Variasi Oleh-oleh Khas Jepang tiap Prefektur (4)

Kali ini GATE akan melanjutkan informasi mengenai oleh-oleh khas tiap Prefektur dari wilayah Kansai dan Chugoku. Wilayah Kansai mungkin sering mina-san dengar apalagi dua Prefekturnya yakni Osaka dan Kyoto merupakan destinasi favorit para wisatawan. Namun, wilayah Kansai ini tidak hanya terdiri dari dua Prefektur itu saja tapi ada , Nara, Wakayama, Hyogo dan Siga. Sedangkan untuk wilayah Chugoku terdapat , Okayama, Shimane, Tottori dan Yamaguchi. Kedua wilayah ini berada di pulau Honshu yang merupakan pulau terbesar di .

Mie — Akafuku

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

 

Akafuku merupakan kudapan manis seperti mochi khas Prefektur Mie. Bentuknya cukup unik yakni menggambarkan wilayah sungai Isuzu. Warna akafuku ini seperti warna pasta kacang merah karena bahan mochi dan pasta kacang merah ditumbuk menjadi satu hingga menjadi adonan yang kalis dan lembut kemudian dikukus. Kudapan ini sudah dikenal ratusan tahun lalu sebagai sajian bagi para peziarah yang melakukan perjalanan ke Grand Ise Shrine, kuil yang disakralkan oleh masyarakat Jepang sejak 2000 tahun lalu.

Mie Prefecture, 三重県, Japan

 

Nara — Shika no Fun

Nara terkenal akan rusa-nya yang berkeliaran di taman atau area kuil seperti kuil Todaiji. Para rusa ini menanti para pengunjung untuk memberi makan kesukaan mereka yakni shika senbei. Maka tak heran saat mina-san berjalan-jalan di taman Nara atau kuil di sana akan banyak menemukan kotoran rusa. Namun, siapa sangka kotoran rusa ini menjadi inspirasi salah satu perusahaan coklat. Shika no Fun adalah nama cokelat tersebut.

Nara Prefecture, 奈良県, Japan

 

Wakayama — Nanko Plum

Terkenal dengan hasil perkebunannya, Wakayama memiliki buah khas yang wajib mina-san cicipi saat berkunjung. Buah itu adalah buah plum. Beragam varietas plum tumbuh di Wakayama. Salah satunya adalah Nanko. Plum ini akan sering mina-san jumpai dalam bentuk acar sebagai pendamping makanan utama atau sebagai isian onigiri.

Wakayama Prefecture, 和歌山県, Japan

 

Kyoto — Yatsuhashi

Yatsuhashi merupakan kudapan khas Kyoto yang wajib mina-san cicip atau dijadikan oleh-oleh.  Yatsuhashi ini dua macam yakni yaki-yatsuhashi dan nama-yatsuhashi. Sesiau dengan tipenya yaki-yatsuhashi memiliki tekstur yang renyah seperti biskuit sedangkan nama-yatsuhashi memiliki tekstur lembut seperti mochi karena dimasak dengan cara dikukus. Nama-yatsuhashi ini memiliki ragam isian seperti pasta kacang merah, matcha,  cokelat dan lainnya.

Kyoto Prefecture, 京都府, Japan

 

Osaka — Tako Patie

Jalan ke Osaka rasanya akan sayang jika tak mencicipi takoyaki. Namun apa daya takoyaki akan lebih nikmat jika dimakan saat hangat dan tentunya tidak bisa kita jadikan oleh-oleh. Namun, mina-san tak usah khawatir. Tako Patie  bisa mina-san jadikan pilihan. Kue ini merupakan pie kering yang menggunakan adonan takoyaki. Selain itu, mina-san akan merasakan saus takoyaki yang khas pada kue ini.

Osaka Prefecture, 大阪府, Japan

 

Hyogo — Kobe Purin

Kobe memang terkenal dengan dagingnya. Namun, agak repot ya kalau bawa daging dari Jepang apalagi untuk oleh-oleh. Selain susah dibawa, daging juga mudah busuk. Nah, daripada repot bawa daging khas Kobe, mina-san bisa memilih kudapan  khas Kobe yakni Kobe Purin. Kudapan manis ini seperti puding. Tak hanya disukai anak-anak, puding ini cocok juga untuk selera orang dewasa.

Hyōgo, 兵庫県, Japan

 

Shiga — Itokiri Mochi

yang terletak di tepi timur danau Biwa, danau terbesar di Jepang terkenal dengan kudapan khasnya yang bernama itokiri mochi. Kudapan ini terbuat dari beras mochi dan pasta kacang merah halus. Namun, mochi sebagai pembungkus pasta kacang merah ini dibuat tipis karena mochi ini biasa dipotong dengan menggunakan tali tipis seperti benang.

Shiga Prefecture, 滋賀県, Japan

 

Okayama — Kibidango

Jika mina-san pernah pendengar cerita tentang Momotaro, seorang anak laki-laki pembasmi raksasa, maka kibidango pasti tak asing lagi. Karakter nenek di dalam cerita ini selalu memberi bekal ke Momotaro kibidango. Cemilan ini sering disebut dengan rice candy. Kibidango dibuat di sebuah kota Kibi yang melatarbelakangi legenda Momotaro. Kibidango  bisa mina-san di seluruh toko oleh-oleh atau supermarket di Okayama.

Okayama Prefecture, 岡山県, Japan

 

Tottori — Suna Tamago

Suna Tamago secara harfiah berarti “telur pasir”. Cara memasak telur ini cukup unik karena dimasak dengan pasir panas selama kurang lebih 25 menit. sendiri terkenal dengan bukit pasirnya.

Tottori Prefecture, 鳥取県, Japan

 

Shimane — Wakakusa

Wakakusa  yang berarti “rumput muda” merupakan kudapan yang sudah populer sejak periode Meiji. Kudapan ini berasal dari kue beras yang dilapisi dengan bubuk beras dan gula dengan warna hijau seperti rumput.

Shimane Prefecture, 島根県, Japan

 

Hiroshima — Momiji Manju

Momiji manju adalah kue khas Hiroshima dengan isian pasta kacang merah yang dibungkus adonan tepung. Namun, kini isian momiji manju tak hanya pasta kacang merah saja, namun ada rasa cokelat, keju, teh hijau atau selai buah-buahan. Nah, jika mina-san mampir ke Hiroshima, mina-san bisa mencoba momiji manju goreng juga.

Hiroshima Prefecture, 広島県, Japan

 

Yamaguchi — Tsuki de Hirotta Tamago

Oleh-oleh nama unik tsuki de hirotta tamago ini merupakan kudapan khas Yamaguchi. Tsuki de hirotta tamago  yang berarti “telur yang ditemukan di bulan” ini adalah kue spons manis dengan isian krim yang lembut.

Yamaguchi Prefecture, 山口県, Japan

Masih ada oleh-oleh khas Jepang tiap Prefektur untuk wilayah Shikoku, Kusyu dan Okinawa  di artikel GATE berikutnya ya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: