Tradisi Ukai, Memancing Ikan Dengan Burung

Budaya pada segala kebiasaan dan tetek-bengeknya sering menimbulkan decak kagum juga rasa penasaran bagi wisatawan luar. Mina-san sendiri yang ingin berkunjung ke (atau sudah berada di sana) pasti tak hentinya ingin mengeksplorasi segala tempat agar tahu nilai-nilai tradisional yang turun temurun dianut para penduduknya. Bicara tentang daerah perairan dan tradisi memancing, mina-san mungkin harus mengenal apa yang dinamakan atau memancing ikan dengan burung kormoran. Pasti penasaran kan seperti apa jelasnya tradisi yang satu ini?

Budaya Jepang

Tradisi Ukai atau memancing ikan dengan bantuan burung memang bukan hal baru melainkan sudah menjadi tradisi yang berlangsung beratus-ratus tahun bahkan konon mencapai seribu tahun. Tradisi ini pun tidak asal-asalan karena ada banyak persiapan yang harus dilakukan mulai dari burung kormoran dan nelayan yang harus terlatih, persiapan baju dan juga alat-alat memancing agar bisa mendapat ikan yang diinginkan. Itulah kenapa tradisi menjadi salah satu peristiwa yang dinantikan juga populer dalam .

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Mulai dari burung kormoran. Biasanya disiapkan selusin burung yang bagian lehernya sudah diikat, beberapa perahu dan jumlah nelayan sekitar 4-5 orang. Para nelayan sendiri tidak berkostum asal melainkan memakai kimono hitam dan memakai rok berbahan jerami. Baik nelayan sudah terlatih mengendalikan burung-burung tersebut sehingga proses memancing akan berjalan lancar sesuai harapan.

Uniknya, acara Ukai selalu dilaksanakan saat malam hari yang tentu sering dianggap akan menyulitkan keadaan untuk mencari ikan. Sebaliknya, tradisi ini dilakukan saat gelap dan hanya mengandalkan bantuan lentera api. Namun meski hanya memakai lentera api, Budaya Jepangmenurut para nelayan ini sudah sangat membantu untuk memudahkan melihat ikan-ikan di laut. Sementara peran burung kormoran adalah untuk menangkapnya : tepatnya dengan memanfaatkan mulut burung kormoran untuk menangkap dan menyimpan ikan serta leher burung kormoran untuk menahan ikan tertelan.

Nah, bagaimana mina-san? Menarik sekali bukan tradisi Ukai ini? Bila kamu tertarik melihat dan ikut mencoba memancing ikan dengan burung, biasanya tradisi Ukai diadakan selama musim panas dari tanggal 11 Mei sampai tanggal 11 Oktober. Prefektur Gifu adalah salah satu daerah yang menyediakan tur melihat tradisi Ukai secara langsung.

Ayo berburu ikan dengan burung, mina-san!

Leave a Reply

%d bloggers like this: