Tertawa Bersama di Festival Warai

Ternyata, di ada festival yang hanya khusus untuk tertawa dan bersenang-senang sepuasnya, lho! Pasti seru sekali, ya! Tetapi, mengapa bisa ada festival tertawa di ? Dan bagaimana caranya menyaksikan dan bergabung di festival tersebut? Festival tawa ini bernama Festival Warai yang berlokasi di Prefektur Wakayama. Perayaan ini sarat akan kekayaan warisan budaya dan tradisi sejak ratusan tahun lalu yang masih belum diketahui kebanyakan turis asing.

Festival Warai digelar setiap tahun di Kuil Niu yang terletak di kota Hidaka, Prefektur Wakayama. Festival ini sendiri telah dianggap sebagai salah satu aset budaya yang sangat berharga bagi prefektur. Untuk mencapai kuil ini, rute termudah adalah melalui Wakayama City sebelum menaiki kereta selama satu jam menuju Stasiun Wasa. Dari stasiun, minna-san harus berjalan selama sekitar satu jam lagi menuju Kuil Niu. Festival ini diadakan pada hari Minggu kedua pada bulan Oktober pada pukul 11 pagi hingga 5 sore.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Festival ini diangkat dari legenda Dewi Niutsuhime-No-Kimoto. Sang dewi tidur terlalu lelap sehingga ia terlambat menghadiri pertemuan para dewa-dewi. Begitu ia tiba, semua dewa menertawakannya. Ia pun berkecil hati lalu mengurung diri di Kuil Niu. Para penduduk desa pun mencoba menghiburnya dengan berkumpul bersama di luar sambil tertawa bersama. Berkat tawa mereka, kegembiraan sang dewi dan penduduk desa pun pulih kembali.

Di masa kini, pemimpin festival berdandan ala badut lalu memandu para peserta festival menuju kuil. Sepanjang perjalanan menuju kuil diwarnai oleh tawa, perayaan, dan kegembiraan. Setibanya di kuil, akan ada perwakilan dari empat kota yaitu Ekawa, Matsuse, Sanya, dan Wasa untuk unjuk bakat dari berbagai seni tradisional seperti shishimai, mikoshi, yotsudaiko, nobori sashi, serta suzume dan yako odori.

Selain perayaan religius, festival ini juga merupakan perayaan meriah. Jadi minna-san wajib menari, menyanyi, dan tertawa bersama sambil minum sake dan bir sambil bergantian menggotong mikoshi atau miniatur kuil! Tetapi hati-hati, apabila minna-san terlalu banyak minum, minna-san tidak diperbolehkan menggotong mikoshi yang sangat berat ini karena mabuk.

Leave a Reply

%d bloggers like this: