10 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Untuk Merayakan Tahun Baru di Jepang

adalah hari raya terbesar di sana. Pada saat inilah, orang-orang berkumpul bersama keluarga atau teman untuk makan bersama. Hari raya ini juga diisi dengan berbagai festival dan kegiatan rohani. juga diramaikan oleh makanan khas tahun baru, dekorasi, jimat, dan ritual suci lainnya. 

Berikut ini adalah beberapa kegiatan tahun baru di Jepang yang bisa dilakukan saat berkunjung ke sana.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

 

Hatsumode

Bagi orang Jepang, berdoa di kuil saat tahun baru sangatlah penting. Kunjungan pertama kali ke kuil di awal tahun baru disebut Hatsumode. Kuil-kuil di seluruh Jepang menerima pengunjung pada tengah malam jelang tahun baru.

 

Menyaksikan Matahari Terbit Pertama

Sangat populer di Jepang untuk tetap terjaga hingga matahari terbit untuk pertama kalinya di awal tahun. Orang Jepang beranggapan menyaksikan matahari terbit dapat menjadi awal yang baik untuk memulai tahun baru yang sukses.

 

Hamaya

Hamaya, yang secara harafiah berarti “Setan penghancur panah” adalah jimat dijual di kuil-kuil saat tahun baru. Jimat ini berasal dari budaya Samurai. Hamaya diberikan pada anak laki-laki pada awal tahun baru. Hamaya masa kini bisa dibeli di kuil untuk anak-anak, baik laki-laki dan perempuan.

Api Unggun

Banyak kuil yang menyalakan api unggun besar untuk memberi kehangatan pada para pengunjung saat menanti Hatsumode. Berkumpul bersama di api unggun yang hangat memberikan kehangatan dan keceriaan tersendiri saat jelang tahun baru.

 

Menyantap Osechi Ryori

Osechi Ryori adalah makanan khas tahun baru Jepang yang terdiri dari 50 jenis. Setiap jenisnya memiliki makna masing-masing untuk kesehatan, kemakmuran, kebahagiaan, dan kesuksesan. Menyiapkan Osechi Ryori sangatlah sulit karena harus ada 30 lebih jenis makanan yang harus disiapkan untuk tahun baru.

Tidak perlu khawatir. Sekarang Osechi Ryori juga bisa didapatkan di department store atau supermarket dalam bentuk bento set. Orang Jepang biasanya menikmatinya dengan sup hangat atau sajian lainnya buatan sendiri sebagai pendamping makanan.

 

Menyimak Kata Sambutan dari Kaisar Jepang

Sang Kaisar Jepang hadir untuk publik secara singkat pada tanggal 2 Januari di Kastil Kekaisaran yang juga terbuka untuk publik.

 

Mendengar Lonceng Tahun Baru

Sebagian kuil Budha membunyikan lonceng sebanyak 108 kali saat tengah malam pada malam tahun baru. Angka 108 mewakili dosa-dosa manusia dalam agama Budha. Usai lonceng dibunyikan, para pengunjung dapat kesempatan langka untuk ikut membunyikannya. Membunyikan lonceng dianggap sebagai simbol membersihkan dosa dalam diri.

 

Belanja Fukubukuro

Fukubukuro atau tas keberuntungan adalah tradisi tahun baru yang menjual tas keberuntungan misteri yang berisi banyak sekali barang diskonan. Kalau beruntung, Minna-san bisa mendapatkan barang-barang mahal dengan harga murah seperti tiket perjalanan kelas atas atau barang mewah lainnya.

 

Menulis Ema

Ema adalah tradisi menulis di papan doa yang memiliki sejarah yang sangat panjang. Mina-san bisa menulis keinginan dan harapan yang ingin diwujudkan di tahun baru.

 

Membersihkan Rumah

Di Jepang, tradisi ini disebut Nenmatsu no Osoji. Secara harafiah, artinya “bersih-bersih akhir tahun”. Tradisi ini dianggap sebagai cara untuk menutup tahun dan membuang sial di akhir tahun.

Orang Jepang meyakini Toshigami-sama, Dewa Tahun, berkunjung pada tahun baru. Penting sekali untuk menjaga rumah sangat bersih dan rapi saat dewa berkunjung. Selain itu, sanak saudara dan kerabat juga sering berkunjung ke rumah pada akhir tahun. Karena itu, punya rumah yang bersih dan rapi sangat penting, bukan?

Tokyo, Tokyo, Japan

Leave a Reply

%d bloggers like this: