Si Putih Lucu nan Menggemaskan Teru-Teru Bozu

Seringkali pasti Minasan pernah mendengar atau melihat sebuah boneka lucu yang biasa tergantung di dekat atap rumah dari sebuah anime, manga atau diceritakan oleh teman. Di , boneka ini adalah salah satu kegemaran anak-anak. Bentuknya yang sangat sederhana dan mudah dibuat, tentu membuat anak-anak sangat menyukainya. Terutama jika mengetahui fungsi dari boneka ini. Namanya adalah .

Teru-Teru Bozu (照る照る坊主、てるてる坊主) adalah sebuah Jepang yang terbuat dari kertas atau kain putih yang digantung di tepi jendela dengan menggunakan benang. Dari segi bentuk, boneka ini memang mirip seperti boneka hantu yang biasanya dibuat pada saat Halloween. Namun dari segi pembuatannya, boneka ini cukup mudah untuk dibuat. Dalam Bahasa Jepang, Teru dapat berarti “bersinar” atau “cerah”, sedangkan Bozu dapat berarti “biksu” atau dalam bahasa sekarang dapat berarti “kepala botak”. Sehingga, masyarakat Jepang terutama anak-anak mempercayai boneka ini dapat membawa cuaca baik pada hari esok.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

teru-teru-bozu-1

Menurut legenda, Teru-Teru Bozu ini berasal dari sebuah kisah mengenai seorang biksu yang menjanjikan akan mendatangkan sinar matahari kepada para petani, karena banyaknya tanaman yang rusak akibat hujan berkepanjangan. Namun karena biksu tersebut tidak dapat mendatangkan sinar matahari, akhirnya para petani menjadi marah. Kemudian biksu itupun dihukum mati dengan cara dipenggal kepalanya. Dan konon katanya, kepala biksu yang dipenggal itu kemudian dibungkus dengan kain putih dan digantung diluar dengan tujuan untuk menghentikan hujan dan kembali memunculkan matahari.

Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa sebenarnya Teru-Teru Bozu ini bukan berasal dari Jepang. Tradisi boneka penangkal hujan ini sebenarnya menyebar dari China ketika periode Heian (794-1185). Dari sejarah tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya yang bertugas menciptakan cuaca cerah itu adalah seorang anak gadis yang membawa sapu, bukan seorang biksu. Di China, boneka ini dikenal dengan nama So Chin Nyan.

Menurut legenda Jepang, ternyata Teru-Teru Bozu ini memiliki sejarah yang tragis dan menyeramkan ya. Tapi dipercaya untuk membawa dampak baik pada esok hari. Apakah Minasan mempercayai hal tersebut? Atau bahkan sudah pernah mencoba membuat? Sekarang ini, sudah banyak boneka Teru-Teru Bozu yang dimodifikasi menjadi lebih lucu, tidak hanya berwarna putih dan berbentuk hantu Halloween ^^

Leave a Reply

%d bloggers like this: