Setsubun Mantoro: Upacara Mistis di Awal Musim Semi

Menurut kalender , awal musim semi disebut Setsubun. Pada saat ini, jatuhlah hari raya Mantoro. Menurut kepercayaan Jepang, inilah saat para roh dari dunia arwah datang mengunjungi bumi. Pada hari raya ini, Mina-san serasa kembali ke zaman sebelum peradaban modern. Lentera-lentera batu di taman dan koridor kuil dinyalakan untuk memperingatinya.

Di kuil Kasuga Taisha di Nara, terdapat 3000 lentera yang dinyalakan 3 kali dalam setahun. Salah satunya dinyalakan saat yang jatuh pada tanggal 3 Februari. Tradisi menyalakan lilin ini sudah berjalan selama 800 tahun. Saat lilin dinyalakan, Mina-san akan merasakan suasana mistis ke masa sebelum adanya listrik.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Pada hari raya ini, biji-bijian (mame-maki), jimat pembawa keberuntungan, dan papan kayu bergambar kuda dijual untuk umum sejak pagi hari. Semua itu menandakan keberuntungan dan kemakmuran yang sejahtera. Biji-bijian tersebut dilempar pada petang.

Mina-san juga bisa jalan-jalan di sekitar kuil pada siang hari. Jika Mina-san kebetulan datang ke Jepang di musim panas, Mina-san bisa menyaksikan upacara keduanya, Chugen Mantoro yang dilaksanakan pada pertengahan Agustus. Pada saat Chugen Mantoro, Mina-san bisa hadir mengenakan kimono.

Oh iya, jangan lupa untuk menyiapkan selembar kertas. Tuliskan doa dan permohonan Mina-san di sana dan taruhlah kertasnya di lentera. Masyarakat Jepang percaya doa-doa yang dituliskan di kertas permohonan saat Setsubun bisa cepat terkabul!

Leave a Reply

%d bloggers like this: