Seni Tako, Menerbangkan Layang-Layang di Jepang

Layang-layang biasanya dimainkan oleh anak-anak dan mengandalkan pada kekuatan angin dan cuaca yang cerah. Tapi permainan berikutBudaya Jepang ini juga tidak hanya identik dengan anak-anak melainkan menjadi festival yang dirayakan beramai-ramai oleh banyak orang. Contohnya seperti apa yang terlihat di Jepang dimana ada seni Tako (bahasa Jepang dari layang-layang). Seperti apa kesenian ini dan bagaimana detil sejarahnya? Berikut ulasannya untuk mina-san semua!

Kesenian Tako bagi masyarakat Jepang tidak hanya berarti permainan namun juga perayaan atas karya seni. Bahkan kesenian Tako konon sudah dimainkan sejak periode Nara (649 – 793), dan tetap dilestarikan pada jaman sekarang sebagai salah satu bagian dari sejarah dan . Di Jaman Heian bahkan layang-layang bukan hanya dianggap sekedar permainan melainkan menjadi salah satu pesan rahasia orang penting di istana. Tentu karena di jaman itu, Tako dianggap istimewa dan cara mendapatkannya juga sangat sulit.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Sementara itu yang paling menarik dari seni Tako sendiri adalah bagaimana masyarakat sangat antusias pada benda yang mungkin amat sederhana : layang-layang. Mulai dari membuka kelas mengajarkan cara membuat kerajinan layang-layang, menggabungkan berbagai warna dan corak tradisional pada layang-layang tersebut sampai menggelar festival atau acara khusus seni Tako. Bahkan kabarnya ada seniman khusus Tako yang begitu mahir dalam hal membuat dan menerbangkan layang-layang lo, mina-san! Itulah kenapa kalau kamu menyaksikan perayaan Seni Tako, akan ada banyak corak, gambar dan warna yang begitu asyik untuk dilihat. Mulai dari layangan bergambar ikan koi, prajurit kerajaan, kura-kura sampai bangau. Warnanya pun tak kalah memikat mata!

Budaya Jepang

Untuk acara semacam Festival Tako, peminatnya selalu banyak dan tentu bukan hanya anak-anak. Biasanya dihadirkan pada festival-festival budaya tertentu namun bila mina-san ingin merasakan kemeriahannya, bisa datang ke Jepang pada bulan Mei terutama pada tanggal 5 Mei yang dinobatkan sebagai Hari Anak Anak. Pada hari itu tentu akan ada acara tahunan yang semarak dan salah satunya melibatkan seni Tako sebagai perayaannya.

Jadi bagaimana mina-san? Tertarik datang ke Jepang untuk merayakan festival kesenian layang-layang yang satu ini?

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: