Selamat Datang di Takarazuka, Teater Para Wanita!

Berdiri di atas panggung, di bawah cahaya lampu sorot, terlihat para tokoh wanita dan pria berkostum glamor nan elegan saling berinteraksi satu sama lain lewat dialog-dialog yang dramatis. Sesekali musik dan tari ikut mengiringi, menggerakkan semuanya untuk ikut bernyanyi dan berlenggak-lenggok demi menampilkan cerita yang utuh kepada para penontonnya. Oleh grup , kisah-kisah heroik yang enerjik, romantika yang bergelora, hingga tragedi yang menyayat hati ditampilkan dengan sempurna, sesuai motto grup “kiyoku, tadashiku, utsukushiku” (kemurnian, kebenaran, keindahan) ini.

Sebagai salah satu pelaku seni pertunjukan di Jepang, grup yang memiliki nama resmi (宝塚歌劇団, Takarazuka Kagekidan) memiliki sejarah yang amat panjang. Satu abad berlalu sejak pertunjukan pertamanya di tahun 1914, grup teater ini terus menghibur masyarakat umum tanpa tergerus arus perubahan yang dibawa oleh masa perang dan modernisasi Jepang. Ciri khas pertunjukan ala Broadway dari barat dan para pemeran yang semuanya berjenis kelamin wanita (baik untuk tokoh wanita maupun pria), membuat teater ini kian digemari di Jepang hingga saat ini.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php
Tokoh Kenshin Himura dalam lakon adaptasi serial manga/anime Rurouni Kenshin (2016). Hati-hati mata mina-san tertipu, pemeran Kenshin seorang wanita! (kageki.hankyu.co.jp)

Selama keberjalanannya, grup teater yang terus melakukan regenerasi pemain ini telah menampilkan adaptasi berbagai karya dari dalam dan luar negeri, baik karya klasik seperti Romeo dan Juliet dan The Tale of Genji atau karya populer modern seperti The Sound of Music dan The Rose of Versailles. Adaptasi dari karya yang disebut paling akhir ini menjadi salah satu pertunjukan yang paling difavoritkan penggemarnya sampai berulang kali dilakonkan dengan barisan pemeran yang berbeda.

Semua aktris (atau Takarasienne) grup ini terbagi ke dalam beberapa troupe atau tim yang berbeda: Flower (花, Hana), Moon (月, Tsuki), Snow (雪, Yuki), Star (星, Hoshi), dan Cosmos (宙, Sora). Kelima tim ini memiliki ciri khas masing-masing berdasarkan karya-karya yang ditampilkannya, seperti Moon Troupe yang cenderung menampilkan adaptasi karya Barat modern atau Snow Troupe yang sering mempertunjukkan adaptasi karya Jepang tradisional. Tiap tim memiliki otokoyaku (aktris pemeran pria) dan musumeyaku (aktris pemeran wanita) masing-masing sebagai “wajah” dari tim.

Takarazuka Grand Theater di Takarazuka, Hyogo. (kageki.hankyu.co.jp)

Gedung pertunjukan Takarazuka Grand Theater (宝塚大劇場, Takarazuka Dai Gekijō) menjadi “rumah” bagi grup teater ini. Terletak di kota Takarazuka dan diapit oleh Sungai Muko dan jalur rel Hankyu Imazu, gedung ini berdiri dengan megah dan sanggup menampung sebanyak 2,550 penonton! Rata-rata penontonnya didominasi oleh kaum hawa, dan banyak diantaranya mengidolakan Takarasienne tertentu hingga tergabung dalam klub penggemar (fan club) aktris yang bersangkutan. Meski demikian, pertunjukan teater ini terbuka bagi semua kalangan, apalagi kualitas produksinya yang di atas rata-rata menjadikan pengalaman menonton pertunjukan Takarazuka satu kesempatan yang istimewa selama berlibur di Jepang.

 1 Chome-1-57 Sakaemachi, 栄町 Takarazuka-shi, Hyōgo-ken 665-0845, Japan

Leave a Reply

%d bloggers like this: