Rekomendasi Novel Jepang, Dari Haruki Murakami Sampai Yukio Mishima (1)

Mempelajari bukan hanya bisa kita dapatkan dari mengunjungi secara langsung tapi bisa juga lewat media buku atau film. Terutama di zaman sekarang ini dimana aksesnya mudah kita temui seperti mengunduh secara legal atau membeli barangnya langsung. Novel- di bawah ini termasuk sebagai kumpulan buku paling terkenal dan berpengaruh, juga menjadi karya yang terus dibicarakan dari masa ke masa. 

Kalau kamu penggila buku, boleh mengintip rekomendasi dari pengarang yang ternama berikut ini!

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

 

1. Kafka On The Shore – Haruki Murakami

Image result for kafka on the shore book

Closing your eyes isn’t going to change anything. Nothing’s going to disappear just because you can’t see what’s going on…. Keep your eyes wide open. Only a coward closes his eyes.”

Sering kita mendengar nama Haruki Murakami dibicarakan dimana-mana. Ada yang memuat quote dari beberapa bukunya dan sering juga dinobatkan sebagai salah satu penulis terbaik yang pernah ada. Bagi yang masih asing dengan nama Haruki Murakami, mulailah berkenalan lewat buku Kafka On The Shore ini. 

Fokus ceritanya adalah pada tokoh utama bernama Kafka Tamura yang lari dari rumah untuk menikmati kehidupan bebas yang berpindah-pindah. Dalam perjalanannya ia menemui beberapa karakter lain yang bukan hanya unik tapi juga memiliki ceritanya masing-masing.

Kafka On The Shore memiliki banyak referensi tentang kultur pop juga mampu memperlihatkan kita tentang sisi gelap kemanusiaan. Setelah membaca buku ini, kamu bisa segera maju untuk menikmati karya-karya lain Murakami seperti IQ84 dan Norwegian Wood.

 

2. The Tale of Genji – Murasaki Shikubu

File:A Country Genji by an Imitation Murasaki - Nise Murasaki inaka Genji.ehon.series.volume..cover.testscan.06.jpg

Mungkin inilah novel paling terkenal yang juga berusia sangat panjang, ditulis hampir 1000 tahun yang lalu! Tale of Genji karangan Murasaki Shikubu menuturkan kisah cinta di periode Heian yang juga bercampur dengan permasalahan politik dan sosial masa itu. Bisa dibilang ini adalah karya klasik yang fenomenal karena banyak diterjemahkan ke berbagai gaya dan bahasa juga sering dianggap bacaan wajib bila ingin mempelajari sejarah sastra Jepang.

 

3. Almost Transparent Blue – Ryu Murakami

AlmostTransparentBlue1stEngTradePaperback.jpg

Tidak, Ryu Murakami tidak memiliki hubungan saudara dengan Haruki Murakami. Satu-satunya kesamaan adalah mereka sama-sama penulis jenius yang dimiliki Jepang. 

Almost Transparent Blue menarik kita kembali ke era 70-an yang identik dengan seks bebas, narkoba dan musik rock n’ roll lewat pengalaman sekelompok anak muda Jepang. Novel ini sering dianggap terlalu jujur dan brutal dalam menangkap penggambaran halusinasi dan momen kelam yang dialami karakter-karakter di dalamnya. Meski begitu, tidak dapat disangkal cerita yang ditawarkan novel ini sangat berbeda dan unik, bahkan cenderung kontroversial.

 

4. The Waiting Years –  Fumiko Enchi

sumber : goodreads.com

Bercerita tentang Tomo, seorang istri yang berusaha menghadapi masalah rumah tangga ketika suaminya tidak setia dan memilih perempuan lain. The Waiting Years mengedepankan tema tentang keteguhan perempuan dalam kehidupan yang masih menjunjung tinggi unsur patriarki. Walaupun setting-nya era Meiji, namun persoalan tentang wanita dan rumah tangga yang diangkat sering dianggap masih sama dengan permasalahan di era sekarang ini. Tidak mengherankan bila The Waiting Years terus masuk dalam daftar rekomendasi novel Jepang yang harus dibaca.

 

5. Death In Midsummer and Other Stories – Yukio Mishima

sumber : goodreads.com

Memadukan humor gelap dan penggambaran cerita yang mengejutkan, novel karya Yukio Mishima ini memiliki daya pikat yang terus bertahan dari masa ke masa. Sesuai judulnya, ada kumpulan cerita mulai dari tentang tragedi keluarga yang berlibur di musim panas sampai tentang ritual bunuh diri yang sering disebut seppuku. Yukio Mishima sendiri juga berprofesi sebagai aktor, penulis pertunjukan dan pengarang sastra sehingga tidak mengejutkan bila novel ini penuh dengan prosa dan kalimat-kalimat penuh makna.

Apa lagi ya rekomendasi novel-novel dari pengarang Jepang yang wajib kamu baca? 

Simak ulasan Gate di bagian kedua nanti ya!

Tokyo, Tokyo, Japan

Leave a Reply

%d bloggers like this: