Proses Pembuatan Sake Jepang

Sake memiliki dua makna yang berbeda di dan di luar . Di luar , sake adalah minuman alkohol fermentasi beras dari Jepang yang bisa minna-san nikmati di restoran Jepang. Akan tetapi, jika minna-san menyebut sake di Jepang, orang-orang Jepang pasti akan bingung. Karena sake di Jepang memiliki arti minuman alkohol secara umum. Jadi, sake di Jepang juga berarti bir, wine, whiskey, dan minuman beralkohol lainnya.

Di Jepang, sake khas Jepang disebut Nihonshu yang secara harafiah berarti “alkohol Jepang”. Serunya tentang sake khas Jepang adalah minna-san bisa mempelajari banyak sekali jenis dan variasi sake. Dalam pembuatan sake Jepang, ada dua tahap yang harus dilalui jika minna-san ingin membuat minuman sake yang sangat lezat.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Penggilingan Beras

Langkah pertama dalam pembuatan sake Jepang adalah menggiling beras. Biji-biji beras untuk bahan sake haruslah digiling dengan mesin untuk membersihkan setiap lapisan luar beras yang kotor hingga bagian beras yang paling dalam terlihat.

Tahu tidak, minna-san? Untuk menggiling beras cokelat menjadi beras putih untuk sake, minna-san menghasilkan beras putih hingga 90% dari beras cokelat! Namun, pada umumnya, beras biasanya digiling hanya sampai 50%-70% secara keseluruhan.

Junmai

Junmai dalam bahasa Jepang artinya “beras murni”. Dalam pembuatan sake Jepang, beras murni sangatlah penting, karena kualitas sake beras murni sangatlah berbeda dengan kualitas sake biasa.

Junmai hanya diolah dengan beras, air, ragi, dan koji tanpa tambahan bahan tambahan lainnya seperti gula atau alkohol. Jika minna-san tidak menemukan kata junmai (純米) dalam label sake yang minna-san minum, artinya produk sake tersebut sudah mengandung alkohol atau bahan tambahan lainnya.

Namun, bukan berarti sake yang tidak terbuat dari beras murni tidak enak rasanya! Bahan tambahan seperti alkohol yang diberikan para pembuat sake dalam pengolahan dapat mengubah atau meningkatkan cita rasa dan aroma sake tersebut agar lebih mudah untuk diminum.

Ternyata setiap sake Jepang memiliki cita rasa yang berbeda-beda tergantung dari proses pengolahannya yang unik! Bagaimana, minna-san? Sudah siap untuk mencoba?

Leave a Reply

%d bloggers like this: