Omoide Yokocho: Wisata Kuliner di Jalan Kenangan Tokyo

(思い出横丁) secara literal berarti Memory Lane atau Jalan Kenangan ini adalah gang sangat sempit yang padat akan bar dan restoran kecil dengan jumlah sekitar 60 unit di kawasan Shinjuku, Tokyo. Ketika minna-san melalui Omoide Yokocho, minna-san akan mencium wangi asap dari jendela restoran yang memanggang yakitori.

Meskipun saat ini sudah menjadi tempat modern seperti Golden Gai, Omoide Yokocho memiliki sejarah panjang yang berawal dari tahun 40-an pasca perang Tokyo. Dulunya, tempat ini hanyalah lokasi untuk pedagang pinggir jalan dan pasar gelap yang menjual organ tubuh binatang secara terbuka. Setelah itu, lokasi ini berkembang menjadi bar untuk minum-minum dengan kondisi gedung yang sudah mulai permanen. Struktur bangunan bertahan hingga tahun 1999, sebelum ada peristiwa kebakaran yang memaksa penduduk untuk merekonstruksi bangunan kembali hingga menjadi lokasi baru yang saat ini dikenal sebagai Omoide Yokocho.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Cukup mudah bagi minna-san mencapai Omoide Yokocho. Minna-san hanya perlu menaiki kereta ekspres lalu turun di pintu keluar timur Stasiun Shinjuku, lalu sisa perjalanan bisa ditempuh dengan jalan kaki melewati pusat kota. Minna-san dianjurkan untuk berkunjung pada malam hari karena tidak semua restoran dan bar di Omoide Yokocho buka pada siang hari. Omoide Yokocho sangat cocok untuk minna-san yang ingin berpetualang merasakan indahnya kehidupan malam kota Tokyo sambil bersantai, minum-minum, merokok dan mengobrol bersama.

Selain atmosfernya yang unik, menu makanan yang disajikan restoran di Omoide Yokocho juga fantastis. Hanya di sini minna-san bisa menemukan bar yang menyajikan lebih dari 150 jenis sake dari seluruh ! Tidak itu saja, minna-san juga bisa menemukan restoran yang menjual menu makanan daging kuda dan daging kura-kura tempurung lunak Tiongkok. Namun, sebelum minna-san berkunjung ke salah satu bar atau restoran yang ada, minna-san harus berjalan dari ujung ke ujung gang untuk menikmati suasananya sambil mencari-cari restoran atau bar yang cocok untuk minna-san. Sekarang sudah cukup banyak tempat yang menyediakan menu berbahasa Inggris, lho. Jadi, tunggu apalagi? Buat minna-san yang jiwa petualangnya besar, jalan kenangan menanti kamu!

Leave a Reply

%d bloggers like this: