5 Oleh-Oleh Tradisional Jepang yang Antimainstream!

“Duh mau bawa oleh-oleh apa ya buat teman-teman?” Kata-kata ini pasti sering terlintas ketika mina-san ingin memberikan oleh-oleh special yang antimainstream untuk sahabat terdekat. Tenang saja, karena Gate punya rekomendasi oleh-oleh berupa kerajinan tradisional Jepang yang berasal dari Saitama. Sesuai dengan namanya, kerajinan tradisional ini cara pembuatannya pun tidak sembarangan lho, ada tata cara pembuatannya yang sengaja diwariskan secara turun-temurun sejak dahulu kala. Wah, kali ini benar-benar akan jadi oleh-oleh tradisional Jepang yang antimainstream nih!

Kertas Ogawa Washi

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

 

Beberapa daerah di Jepang, masih ada yang melestarikan pembuatan kertas dengan cara tradisional, salah satunya adalah Tosa washi, yaitu sejenis kertas Jepang dari Tosa. Dibuat dengan cara yang berbeda, tentu menghasilkan tekstur kertas yang unik dan terasa hangat. Pabrik pembuatannya sendiri berada di kota Ogawa, kota ini dikelilingi oleh pegunungan yang ditumbuhi pohon yang bisa digunakan sebagai bahan baku kertas serta dinugerahi iklim yang mendukung untuk proses pembuatan kertas. Kertas yang dibandrol dengan harga yang paling mahal dengan kualitas kertas paling bagus bernama Hosokawagami, yang telah mengantongi gelar warisan budaya tak benda pada tahun 2014 oleh UNESCO. Kertas ini dibuat hanya menggunakan serat pohon murbei, cirri khas kertas ini adalah memiliki kilauan yang cantik.

Biasanya tak hanya bisa digunakan untuk menulis saja, washi juga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan lampion dan aksesoris. Kilauan kertas akan membuat cahaya lampion menjadi lembut. Kertas ini bisa mina-san temukan di Ogawa-mavhi Taiken Gakushu Center di Kota Ogawa.

 

Kain Bushu Shoaizome

Kain yang mengandung pewarna alami daru zat pewarna tanaman indiho suku Polygonaceae ini bisa mina-san temukan di kota Hanyu. Aizome khas kota ini dikenal dengan nama bushu shoaizome dan sudah ada sejak zaman edo. Kain tradisional ini terbilang unik, kalau kain yang bisa mina temui apabila sering dicuci justru makin jelek kualitasnya, berbeda dengan kain bushu yang justru akan semakin membuat tekstur kain semakin bagus. Hadirnya kain bushu ini bermula ketika petani membuat baju menggunakan kapas dan tumbuhan indigo. Awalnya tak ada pemilihan khusu untuk tumbuhan jenis apa, petani menggunakan tumbuhan ini karena tumbuhan indigo banyak tumbuh subur di daerah sekitar mereka. Namun tidak semua orang Jepang mengenal kain bushu, mereka lebih mengenalnya dengan kendogi atau kain baju latihan kendo.

Kain bushu shoaizome menggunakan teknim itosome, yaitu proses pewarnaan baru dimulai ketika kain 70% masih berupa benang. Dalam kondisi ini zat pewarna akan meresap sempurna masuk ke tiap helaian benang dan corak alamai / aojima akan bermunculan secara tidak beraturan yang menjadi favorit pecinta kain tradisional. Kain indigo ini sangat terkenal dan dicintai oleh masyarakat Jepang, karena kualitas bahannya yang kuat dan nyaman. Ini boleh dicoba banget kok mina-san masuk di wishlist oleh-oleh.

Ogawa, 小川町, Hiki-gun, Saitama Prefecture, Japan

Leave a Reply

%d bloggers like this: