Ojigi, Budaya Memberi Salam dan Hormat

Jika suatu hari nanti Minasan pergi ke Jepang, jangan sampai lupa untuk melakukan hal ini. Tradisi membungkuk sebagai pemberian salam atau hormat di masyarakat Jepang sudah sangat kental menjadi turun temurun yang harus dilestarikan. Cara ini tentu saja tidak hanya ada satu. Itulah mengapa mengetahui bagaimana cara membungkuk yang disebut dengan ini sangat diperlukan, karena sedikit banyak akan membantu.

Di Jepang, orang sering menyapa satu sama lain dengan cara membungkuk, bukan berjabat tangan. Dan orang-orang umumnya memiliki percakapan kecil setelah atau sebelum mereka membungkuk. Perlu untuk diketahui juga bahwa cara membungkuk pria dan wanita itu berbeda. Biasanya pria akan meletakan kedua tangannya disamping paha mereka ketika membungkuk, sedangkan wanita akan menaruh tangan mereka di atas paha mereka. Tradisi Ojigi ini ternyata bukanlah sekedar membungkuk saja, melainkan ada aturan tertentu sesuai maksud dan tujuan serta kepada siapa bungkukan itu ditujukan.ojigi

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php
  1. Anggukan Kepala 5 derajat

Jenis bungkukan ini sebenarnya hanya berupa anggukan kecil kepala. Anggukan ini biasanya digunakan kepada teman baik, keluarga dekat atau tetangga. Jenis bungkukan ini lah yang paling casual atau sederhana dibandingkan yang lainnya. Ada situasi lainnya di mana jenis bungkukan ini bisa digunakan. Bagi mereka yang memiliki strata yang lebih tinggi, bungkukan ini biasanya digunakan untuk membalas bungkukan yang lebih dalam dengan maksud untuk menunjukan bahwa strata sosialnya lebih tinggi.

  1. Membungkuk Salam 15 derajat (Eshaku (会釈))

Biasanya dilakukan untuk menyapa orang secara sepintas. Misalnya jika Minasan sedang terburu-buru mau pergi kerja dan dijalan bertemu dengan teman atau bertemu teman kalian ketika sedang jalan-jalan. Ingat, sangatlah tidak sopan jika tidak membalas orang lain yang membungkuk kepada Minasan.

  1. Membungkuk Hormat 30 derajat (Keirei (敬礼))

Ini adalah derajat bungkukan yang paling banyak dilakukan untuk menyapa pelanggan atau berterimakasih pada seseorang. Tipe bungkukan ini paling banyak dilihat di dunia bisnis di Jepang seperti kepada atasan. Namun tipe ini tidak digunakan untuk acara-acara formal. Tipe ini juga bisa digunakan untuk mengundang teman masuk ke rumah kalian.

  1. Membungkuk Hormat Tertinggi 45 derajat (Sai-Keirei (最敬礼))

Jenis bungkukan ini merupakan tipe yang paling formal. Biasanya digunakan untuk menandakan rasa syukur yang paling mendalam, salam hormat, permintaan maaf resmi, meminta bantuan, dan lain sebagainya. 

  1. Membungkuk Berlutut (Zarei (座礼))

Jenis bungkukan yang satu ini jarang sekali digunakan. Biasanya digunakan oleh acara-acara keagamaan tertentu atau acara-acara bela diri. Atau juga digunakan untuk menunjukkan permintaan maaf yang sangat mendalam karena telah melakukan sesuatu yang sangat buruk. Juga dilakukan sebagai penghormatan kepada raja pada jaman dahulu.

Leave a Reply

%d bloggers like this: