9 Mitos Tentang Wisata Jepang (2)

Seperti yang minna-san sudah baca di artikel pertama, terdapat cukup banyak mitos tentang yang sering minna-san dengar dari mana saja. Melalui artikel ini, minna-san akan tahu seperti apa yang sesungguhnya!

5. Daging Sapi Kobe Adalah Daging Sapi Kualitas Terbaik di Jepang

Daging sapi kobe atau kobe beef sangat terkenal dengan kualitasnya yang terbaik. Saking terkenalnya, orang awam akan mengira daging sapi jenis apapun yang bercap kobe, pastilah berkualitas. Padahal itu belum tentu benar. Faktanya, kobe beef hanyalah salah satu dari sekian banyak jenis daging sapi berkualitas tinggi dari Jepang. Jadi, minna-san juga bisa mencicipi daging sapi berkualitas tinggi Jepang selain kobe beef.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

6. Tokyo Sangatlah Padat dan Tidak Teratur

Minna-san pasti pernah melihat betapa padatnya persimpangan Shibuya yang terkenal dilalui oleh ratusan ribu orang setiap harinya. Atau mendengar cerita petugas kereta api memaksa penumpang masuk ke dalam kereta yang sudah sangat penuh di jam sibuk. Tetapi apakah minna-san tahu bahwa dengan berjalan selama 15 menit ke arah utara dari Stasiun Shibuya, minna-san akan merasakan keheningan dan kedamaian distrik Tomigaya di mana minna-san bisa ngopi di kafe atau jalan-jalan di Taman Yoyogi yang indah. Cukup menyingkir sedikit dari pusat kota dan daerah sibuk, minna-san dapat merasakan bahwa Tokyo tidak sepadat kelihatannya.

7. Waktu Terbaik Berwisata ke Jepang Adalah Saat Musim Bunga Sakura Bermekaran

Minna-san masih bisa berkunjung ke Jepang kapan saja setiap tahun! Di musim dingin, minna-san bisa menikmati salju sambil bermain ski dan snowboarding lalu mandi di pemandian air panas. Di musim panas, minna-san bisa mendatangi banyak sekali festival tersebar di seluruh Jepang lalu bermalam di penginapan yang dekat dengan pantai untuk menikmati pemandangan lautnya. Dan cuaca ramah serta pemandangan warna daun yang indah menanti minna-san di musim gugur. Minna-san hanya tinggal mencari tahu objek wisata seperti apa yang minna-san inginkan saat berencana liburan ke Jepang.

8. Di Jepang, Minna-san Bisa Menggunakan Wi-Fi dan Kartu Kredit di Mana Saja

Kebanyakan orang yang hendak mengunjungi Jepang menganggap wi-fi bisa diakses di mana saja dan kartu kredit dan debit bisa digunakan di mana pun. Hal ini disebabkan karena sebagai negara maju, Jepang memiliki citra wisata yang futuristik dan modern. Kenyataannya? Selama wisata Jepang, mendapatkan akses wi-fi di kota-kota besar seperti Tokyo dan Kyoto, ternyata lebih sulit dari yang minna-san bayangkan. Dan minna-san juga masih harus membawa uang tunai karena di beberapa pusat perbelanjaan masih belum menerima kartu kredit untuk transaksi.

9. Semua Orang Jepang Menyukai Anime dan Membaca Manga

Mitos ini tidak sepenuhnya benar, kok. Intensitas orang Jepang dalam menyukai manga dan anime sama seperti orang Barat yang suka menonton film kartun lalu membaca komik superhero di kehidupan sehari-hari. Dan di kedua budaya, jika minna-san sangat terobsesi dengan kartun dan komik, minna-san akan dianggap otaku. Jadi, jangan langsung menganggap semua orang Jepang menyukai anime dan manga saat ke Jepang, ya!

Leave a Reply

%d bloggers like this: