Mengenal Macam-Macam Transportasi di Jepang

Setiap negara pasti punya ragam transportasi umum yang banyak digunakan oleh penduduknya. Bila di Indonesia mina-san tahu ada busway, angkot, bis dan ojek, maka di tentu harus mengenal juga beberapa jenis transportasi ini. Apalagi bila mina-san memutuskan ingin tinggal secara permanen di .

Apa saja di antaranya?

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Kereta Cepat

Budaya Jepang

Sering melihat iklan atau film Jepang dimana tokohnya berada di dalam kereta cepat? Saking banyaknya jumlah iklan atau adegan film tersebut menunjukkan bahwa high-speed rail trains memang menjadi transportasi mayor di Jepang. Memang baik kereta cepat seperti Shinkanshen atau kereta api biasa dapat ditemui ada sebagai jalur transportasi setiap daerah di Jepang. Kereta cepat juga biasa dipakai para pekerja untuk sampai ke kantornya sehingga pemandangan yang padat atau sibuk sudah menjadi hal yang umum setiap harinya.

Namun jangan tanyakan tentang ketepatan waktu karena kereta cepat di Jepang tidak pernah telat mengantar penumpangnya sampai tujuan. Selain teknologinya canggih, layanan dan ketepatan waktu adalah dua hal yang membuat transportasi ini menjadi kepercayaan masyarakat Jepang.

Bus

Budaya Jepang

Nomor kedua setelah kereta cepat adalah bus. Ada banyak halte dan hampir semua daerah di Jepang punya rute yang bisa dicapai dengan bus. Biasanya dibedakan jadi tiga kategori yaitu bus dalam kota, bus jalan tol atau bus wisata. Tentu kalau mina-san bertujuan jalan dari satu daerah ke daerah lain harus pilih kategori pertama. Oh ya, biaya naik bus sekitar 200-300 yen.

Feri

Untuk jarak yang tidak bisa ditempuh dengan darat, feri adalah pilihan. Biasanya untuk daerah-daerah kecil dekat laut, feri dipakai dan dianggap lebih menguntungkan ketimbang memakai mobil atau bus. Jangan mengira feri yang bisa didapatkan di Jepang hanya terbatas karena jumlahnya hampir sebanyak bus tergantung derah mana yang ingin mina-san capai.

Jalan Kaki

Yang terakhir ini memang mungkin tidak cocok dianggap “transportasi umum” tapi memang kebanyakan orang Jepang juga melakukannya. Ya, jalan kaki selain menyehatkan ternyata banyak dilakukan orang Jepang bahkan kalaupun tujuan yang ditempuh lumayan jauh. Selain menjadi kebiasaan, untuk daerah di kota-kota besar, jalan kaki dianggap lebih menyenangkan karena dapat melihat pemandangan atau dapat bersinggah-singgah di beberapa tempat tujuan.

Nah, bagaimana mina-san? Sudah tahu kan apa saja macam-macam transportasi di Jepang? Sehingga bila tinggal atau ingin bepergian ke suatu tempat, mina-san tidak bingung lagi dengan setiap pilihan yang ada!

Leave a Reply

%d bloggers like this: