Mengenal Fakta-Fakta Yakuza, Gangster Ala Jepang (2)

Menyambung tulisan pertama, fakta-fakta apalagi seputar , gangster ala yang kamu belum ketahui? Simak ulasan Gate berikut!

6. Apakah hanya seorang lelaki yang bisa menjadi Yakuza? Tidak, ternyata perempuan pun bisa menjadi seorang anggota Yakuza. Sama seperti lelaki, ciri-ciri seorang perempuan yang menjadi anggota Yakuza adalah juga badannya penuh dengan tato. Biasanya mereka bisa menjadi anggota Yakuza karena koneksi (misalnya menjadi teman atau kekasih dari anggota Yakuza) atau bisa jadi karena faktor keturunan yaitu orangtua mereka adalah bos atau memiliki posisi kuat di organisasi Yakuza. 

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Salah satu contohnya adalah Shoko Tendo, seorang putri bos Yakuza yang sejak kecil memang sudah tumbuh di lingkungan dimana kehidupan penuh gangster dan kriminalitas. Ia bahkan sempat menulis sebuah memoir yang menceritakan pengalaman hidupnya menjadi anak seorang petinggi Yakuza berjudul “Yakuza Moon : Memoirs of Gangster’s Daughter”.

sumber : newsweek.com

7. Bagaimana cara seorang Yakuza membunuh korbannya? Seperti bisa ditebak, caranya selalu misterius dan bahkan cenderung menjadi kasus yang tidak pernah dapat diselesaikan. Agar tanpa jejak, biasanya mayat akan dibuang di tempat terpencil setelah dibunuh, ditembak mati tanpa ada bukti apapun, ataupun cara-cara yang lebih sadis seperti mayat dipotong atau disiksa terlebih dahulu sebelum dibunuh. Kemungkinan pembunuhan banyak motifnya mulai dari balas dendam, persaingan atau kecurangan bisnis atau alasan pribadi seperti masalah asmara salah satu anggota. Karena semua orang dalam satu organisasi biasanya sangat menjunjung solidaritas, maka permasalahan satu orang bisa diselesaikan dengan cara “beramai-ramai”.

8. Meski begitu, bukan berarti Yakuza sangat beringas dan mudah membunuh siapa saja. Dalam salah satu peraturan, anggota Yakuza diharuskan untuk membunuh dengan izin yaitu dari pimpinan terbesar agar tidak ada kesalahan dan memastikan semua berjalan sesuai rencana.

9. Walau identik dengan kejahatan dan kriminalitas, banyak yang mengungkapkan sisi lain dari menjadi Yakuza seperti misalnya bagaimana mereka aktif membantu banyak orang yang tidak mampu saat bencana tsunami menyerang beberapa tahun lalu. Yakuza mengirimkan bantuan berupa makanan dan kebutuhan bahan pokok. Kala itu, banyak yang memuji kecepatan Yakuza untuk memberi sumbangan ketimbang pemerintah.

10. Yang pasti, jalan menjadi anggota Yakuza sangatlah tidak mudah dan penuh risiko. Selain risiko dipenjara atau nyawa yang menjadi taruhannya, seorang Yakuza haruslah setia mengabdi pada organisasi dan bos besar mereka. Kalaupun nanti mereka memilih untuk berhenti, embel-embel Yakuza akan sulit hilang bahkan saat mereka sudah sangat tua. 

Bisa disimpulkan, dunia Yakuza memang keras dan berbahaya. Ada yang bilang, jangan pernah sekalipun berurusan dengan seorang anggota Yakuza karena bisa jadi kamu pun terpancing masuk ke suatu masalah yang sangat besar atau bahkan berujung nyawa! 

Leave a Reply

%d bloggers like this: