Mengenal Bajaj Versi Jepang

Ternyata Bajaj bukan hanya milik Indonesia tapi pun mengenal transportasi yang satu ini. Ya, Bajaj di Indonesia mungkin identik dengan warna merah dengan kemasan yang tempo dulu, namun Bajaj versi bahkan sudah lama hadir sejak era 1950-an!

Budaya Jepang

Kendaraan roda tiga ini pertama hadir di Jepang era 1950-an sebagai salah satu alternatif transportasi untuk masyarakat. Peminat kendaraan ini pun amat banyak sehingga  masih dipakai dari tahun ke tahun sampai kemudian pilihan jalur transportasi semakin beragam dan Bajaj menjadi terlihat amat jadul.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Namun tentu bukan Jepang bila tidak ahli seputar modifikasi dan kreasi. Bajaj kembali dihidupkan dalam berbagai versi salah satunya dengan nama Velotaxi, yang sekilas memang mirip dengan kendaraan roda tiga Bajaj. Yang berbeda mungkin hanya dari segi warna dan tampilannya yang amat bergaya. Warnanya tak hanya merah namun beragam dari kuning, pink, hijau dan banyak lagi. Sungguh unik ya mina-san?

Tak hanya Velotaxi, Bajaj juga berusaha dihidupkan di era sekarang oleh beberapa kreator di Jepang. Ada sebuah proyek yang dicanangkan sejak tahun 2013 untuk menciptakan Bajaj namun dengan tenaga listrik. Dengan begitu, selain tidak berbahaya, Bajaj seperti ini akan berguna untuk kesehatan lingkungan karena mengurangi emisi CO2.

Menarik sekali ya mina-san? Mungkin kalau kamu sedang jalan-jalan di Jepang dan menemukan Velotaxi atau variasi Bajaj lainnya, boleh dicoba sebagai alat transportasi tambahan.

Leave a Reply

%d bloggers like this: