Mengenal 5 Variasi Teh Jepang

Buat minna-san yang pecinta teh, berkunjung ke untuk menikmati teh adalah keputusan tepat. Salah satu kuliner paling populer dari adalah tehnya. Salah satu sejarah terpanjang di dunia tentang teh juga berasal dari .

Meski jenis teh khas Jepang yang paling dikenal orang-orang adalah matcha atau teh hijau, minna-san akan menemukan banyak sekali ragam teh khas Jepang dari bahan dasarnya hingga cara pembuatannya! Wah, kira-kira apa saja jenis teh Jepang yang bisa minna-san nikmati? Ini jawabannya!

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

1. Teh Matcha

Inilah jenis teh yang umum diingat kebanyakan orang saat mendengar teh dari Jepang. Matcha adalah teh bubuk yang terbuat dari dedaunan teh hijau. Warna bubuknya yang hijau sangatlah menyenangkan untuk dipandang dan kaya rasa. Matcha biasanya digunakan untuk upacara minum teh. Dalam upacara tersebut, matcha dilarutkan dalam air panas lalu diaduk hingga berbuih dengan sendok kayu sebelum disajikan dengan mangkuk teh.

2. Teh Sencha

Sencha diolah dengan menyeduh daun teh utuh ke dalam air panas. Apabila minna-san memesan teh hijau di kafe Jepang, biasanya kafe akan menyajikan teh sencha ini. Meski air tehnya hasil rendaman daun teh utuh, rasanya tidak terlalu pahit, kok. Namun, apabila minna-san tidak segera menikmatinya setelah dua menit diseduh, rasanya akan berubah pahit.

3. Teh Genmaicha

Arti harafiah genmaicha adalah “teh beras cokelat”. Genmaicha adalah teh dengan harga paling murah di Jepang. Genmaicha mengandung beras yang dicampur dengan daun teh untuk menambah volumenya. Hampir semua orang Jepang meminum teh ini. Rasanya tidak kalah enak dengan teh berbahan dasar daun teh murni. Di samping aroma teh hijau, minna-san dapat menikmati aroma wangi beras panggang juga.

4. Teh Mugicha

Teh bebas kafein ini tidak hanya populer di Jepang, tetapi populer juga di Korea dengan nama boricha dan Tiongkok dengan nama damaicha atau maicha. Untuk menghasilkan teh mugicha yang bebas kafein, daun teh dipanggang dengan biji-bijian barley. Proses panggangan seperti ini juga sangat populer di ketiga negara tersebut. Mugicha bisa disajikan hangat atau dingin, serta selalu menjadi pilihan untuk minuman penyegar saat musim panas di Jepang.

5. Teh Sakura

Meski musim mekar bunga sakura tergolong singkat, minna-san dapat menyantap teh sakura sepanjang tahun! Teh sakura murni dibuat dengan menyeduh bunga sakura yang sudah diawetkan di dalam air panas. Minna-san dapat menemukan teh sakura dijual dalam bentuk teabag berupa bunga sakura yang sudah dikeringkan dengan campuran sencha.

Leave a Reply

%d bloggers like this: