Makan di Restoran di Jepang?

Minna-san sudah mulai belajar bahasa Jepang? Jangan kaget bila ketika disapa di restoran oleh para waiter / waitress, mereka menggunakan bahasa Jepang yang jarang minna-san dengar. Ini karena mereka menggunakan Keigo, alias bahasa Jepang dengan tingkat kesopanan yang lebih tinggi daripada bahasa Jepang populer. Seringnya mereka berbicara dengan cepat, sehingga bilapun minna-san sudah pernah belajar Keigo, mungkin masih sulit mengikuti. Tapi tenang saja, minna-san! Seringnya, sapaan di restoran tidak selalu harus kita respon, kok. Selain tentang sapaan, berikut ini beberapa hal lain yang minna-san perlu tau bila akan makan di restoran di Jepang. ^^

 

Sumimasen!

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Ketika makan di restoran di Jepang, waiter / waitress biasanya menyerukan sapaan ataupun pesanan dengan suara besar. Hal ini sebetulnya menunjukkan semangat dan antusiasme mereka dalam melayani tamu. Minna-san bila ingin memesan sesuatu atau butuh bantuan waiter / waitress, juga boleh kok menyerukan “Sumimasen!”, terutama bila minna-san makan di restoran yang ramai dan penuh.

 

makan di restoran di jepang 2Pesanan Khusus? Ummm…… Uh…

“Mas, pesen bubur ayam satu, pake sambel dua sendok, ga usah pake daun bawang, jangan pake micin, ayamnya dipisah, pake es teh es batunya sedikit aja ya, udah dicatet belom? Jangan sampe salah ya.” Hm, mungkin di Indonesia seringkali minna-san melakukan maupun mendengar pesanan seperti itu. Di Jepang, tidak jarang pesanan khusus seperti ini akan ditolak, lho, minna-san. Jadi jangan kaget ketika waiter ataupun waitress minna-san memasang tampang terkejut ketika minna-san melakukan pemesanan seperti ini. Karena memang jarang sekali orang-orang meminta pesanan khusus begini bila makan di restoran di Jepang. ^^

 

Perlukah Memberi Tip Setelah Makan di Restoran di Jepang?

Jawaban singkatnya, tidak perlu. Para pekerja, pramuniaga, dan supir di Jepang tidak terbiasa menerima tip. Memberikan tip malah dapat membuat mereka bingung, dan bahkan kadang tersinggung. Satu-satunya tempat yang mungkin menerima tip adalah Ryokan atau penginapan tradisional. Itupun, minna-san perlu menyediakan amplop khusus karena memberikan uang tanpa amplop bisa-bisa malah dinilai tidak sopan, lho.

Leave a Reply

%d bloggers like this: