Kota Kecil di Jepang yang Wajib Dikunjungi: Iwakuni

Iwakuni (岩国), kota kecil berpopulasi 150.000 jiwa di tenggara , terkenal karena jembatan Kintai-kyo yang memiliki struktur unik. Jembatan yang selalu indah sepanjang tahun ini sangat menarik perhatian saat musim bunga sakura mekar, yang biasanya dimulai pada awal April.

Saat Zaman Edo, Iwakuni dulunya menjadi salah satu pusat feodalisme di . Bekas kastil di puncak gunungnya direkonstruksi pada tahun 1960an dan menjadi salah satu objek wisata yang menarik di kota ini. Mina-san bisa mampir ke Iwakuni saat berkunjung ke Hiroshima.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

 

Apa saja yang bisa Mina-san lakukan saat mampir ke Iwakuni?

1. Jembatan Kintai-kyo

Jembatan Kintai-kyo (錦帯橋) adalah ikon kota Iwakuni dan telah menjadi pusat kekaguman orang-orang selama ratusan tahun. Jembatan kayunya yang elegan memiliki lima lekukan di atas lima pilar batu besar di atas Sungai Nishiki.

Jembatan ini dirancang saat arus kuat sungai kembali menghancurkan jembatan sebelumnya. Jembatan yang lebih tahan banting dikerjakan oleh Kikkawa Hiroyoshi, tuan tanah Iwakuni. Patung beliau berdiri di pintu masuk dekat Taman Kikko. Setelah jembatan usai dibangun pada tahun 1673, ia tetap berdiri hingga tahun 1950, ketika kota ini diterjang angin topan.

Berhubung Jepang saat itu masih lemah karena perang, perawatan objek budaya diabaikan. Karena inilah, jembatan yang telah berdiri lebih dari 400 tahun ini runtuh saat penduduknya berjuang melawan badai. Namun, tidak lama setelah itu, para penduduk bertekad untuk memulai rekonstruksi jembatan kembali seperti semula. Rekonstruksi selesai dibangun pada tahun 1953.

Pada awal tahun 2000, Kintai-kyo direnovasi untuk pertama kalinya sejak dibangun kembali. Renovasi dilakukan secara keseluruhan dan memakan biaya lebih dari 2 milyar yen. Pengunjung harus membayar biaya masuk untuk bisa menyebrangi jembatan ini.

 

2. Kastil Iwakuni

Kastil Iwakuni (岩国城) dibangun pada tahun 1608, di awal Zaman Edo. Lokasi kastil dipilih karena medan alamnya yang sangat menguntungkan untuk pertahanan kastil di puncak Gunung Shiroyama. Separuh dari bagian istana dikelilingi oleh parit dari Sungai Nishiki. Kastil ini memiliki empat tingkat dan memiliki ketinggian 200 meter dari kota Iwakuni.

Sayangnya, setelah dibangun selama lima tahun, kastil ini hanya bertahan selama tujuh tahun karena diruntuhkan oleh titah kekaisaran.

Kastil dibangun kembali pada tahun 1962, dan telah berdiri lebih lama dari kastil aslinya. Bangunan kastil berbahan beton kerangka besi. Di dalamnya, dipamerkan pedang-pedang milik samura, baju pelindung, dan benda berharga lainnya yang merupakan bagian dari sejarah kastil ini. Kastil ini juga memamerkan Jembatan Kintai-kyo dan jembatan populer lainnya di Jepang.

 

3. Taman Kikko

Jika Mina-san sudah menyebrangi Jembatan Kintai-kyo, Mina-san akan disambut oleh patung pria yang memulai pembangunan jembatan tersebut, yaitu Kikkawa Hiroyoshi, tuan tanah ketiga Iwakuni. Di belakang patung, terdapat Taman Kikko, area yang memiliki banyak atraksi menarik tersebar di sekitar taman.

Taman Kikko adalah taman luas yang memiliki jalur pejalan kaki, tanaman-tanaman, dan air mancur.

Selama Zaman Edo, para anggota keluarga Kikkawa yang berkuasa di kota ini tinggal di perumahan yang sekarang menjadi Taman Kikko. Para pengikut keluarga tersebut saat ini masih tinggal tidak jauh dari taman ini. Karena inilah, area ini memiliki tempat tinggal untuk para mantan samurai serta museum yang menampilkan artefak bersejarah.

 

Terdapat tiga museum di Taman Kikko. Pertama, Museum Choko-kan yang menampilkan artefak dan gambaran keseharian kehidupan zaman dulu, gulungan lukisan, tampilan Jembatan Kintaikyo. Museum kedua adalah Museum Kikkawa yang memamerkan benda-benda milik keluarga Kikkawa berupa dokumen, pedang, dan senjata lainnya. Museum ketiga adalah Museum Seni Iwakuni, yang menampilkan barang pecah belah, baju pelindung samurai, keramik, dan furnitur milik tuan tanah Iwakuni.

Di dekat taman ini juga terdapat tempat tinggal keluarga Mekata. Mereka dulunya adalah samurai kelas menengah. Para pengunjung tidak boleh memasuki tempat tinggal, tetapi mereka masih bisa mengelilingi bagian luar pagar dan mengamatinya beberapa langkah dari gerbang pintu masuk.

Ada juga Gerbang Nagayamon, yang dimiliki oleh keluarga mantan samurai lainnya, keluarga Kagawa. Karena area tempat tinggal dihuni, hanya gerbang ini yang boleh dinikmati. Gerbang ini dipercaya sudah berdiri sejak tahun 1693 dan dirawat dengan baik sampai saat ini.

Iwakuni, 岩国市, Yamaguchi Prefecture, Japan

Leave a Reply

%d bloggers like this: