Kota Kecil di Jepang yang Wajib Dikunjungi: Hiraizumi

Hiraizumi adalah kota kecil di utara . Pada Zaman Heian, terdapatlah klan Fujiwara yang terkuat di . Pada tahun 1105, Hiraizumi dipilih menjadi pusat pemerintahan keluarga Fujiwara di utara. Kota ini perlahan berkembang menjadi kota yang kaya budaya dan politiknya sangat kuat hingga menjadi saingan Kyoto, ibukota negara.

Akan tetapi, pada 1189, Hiraizumi diruntuhkan oleh Minamoto Yoritomo, pria yang akan menjadi shogun pertama di Jepang. Saat itu, Yoritomo sedang mencari saudara dan musuhnya, Yoshitsune, yang mencari perlindungan dari salah satu keluarga Fujiwara. Sejak saat itu, kota ini tidak lagi sejaya dulu, tetapi masih menyediakan wisata sejarah dan budaya yang sangat berharga di area Tohoku.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

 

Apa yang bisa dilakukan jika Mina-san sedang berwisata di kota kecil Hiraizumi?

1. Kuil Chusonji

Inilah wisata Hiraizumi yang paling terkenal. Kuil Chusonji dibangun pada tahun 850 untuk kuil aliran Budha Tendai. Kuil ini mulai terkenal saat keluarga Fujiwara memindahkan pusat pemerintahan mereka ke Hiraizumi. Di masa-masa puncaknya, kuil ini memiliki lusinan gedung.

Saat runtuhnya klan Fujiwara di akhir abad ke-12, Chusonji ikut merasakan dampaknya dan sekarang hanya memiliki dua gedung yang masih utuh. Salah satunya adalah yang paling spektakuler yaitu, Konjikido. Serupa dengan Kuil Kinkakuji yang terkenal di Kyoto, aula Konjikido dilapisi emas.

Pengunjung dilarang memotret di lokasi ini.

 

2. Kuil Motsuji

Kuil Motsuji dulunya adalah kuil besar untuk aliran Tendai yang memiliki beberapa gedung. Akan tetapi, nasibnya sama seperti Chusonji yang ikut runtuh bersama klan Fujiwara. Kini, Motsuji terkenal dengan tamannya yang memiliki taman tanah murni di Jepang.

Taman tanah murni adalah jenis taman yang populer di Zaman Heian yang meniru taman surga di agama Budha. Sama seperti taman tanah murni lainnya, taman di Motsuji memiliki kolam besar di pusatnya. Untuk bisa menikmati taman ini secara maksimal, disarankan untuk berjalan di jalur di sekitar kolam sepanjang 500 meter.

 

3. Geibikei (Ngarai Geibi)

Geibikei adalah ngarai di pinggir kota Hiraizumi. Ngarai ini bisa dijelajahi dengan perahu dayung selama 90 menit. Minna-san bisa melihat indahnya pemandangan dengan jurang dan formasi bebatuan di sepanjang perjalanan.

Perjalanan ini berjarak satu kilometer pulang-pergi. Sebelum berbalik pulang, Mina-san akan turun dari perahu selama 15-20 menit untuk berjalan beberapa ratus meter untuk menjelajahi ngarai lebih jauh. Mina-san bisa melihat batu besar berbentuk seperti hidung singa yang menjadi asal muasal nama ngarai ini. Mina-san juga bisa membeli batu keberuntungan kecil untuk dilempar ke lubang ngarai yang berada di seberang sungai.

 

4. Takkoku No Iwaya

Takkoku no Iwaya (達谷窟) adalah kuil yang dibangun sebagian di tebing jurang. Dibangun dan didedikasikan untuk dewa prajurit di abad ke-9, selama ekspansi Jepang ke utara dan pertempuran berikutnya dengan penduduk pribumi Emishi.

Kuil ini berjarak enam kilometer dari pusat kota Hiraizumi. Kecuali pada musim dingin, ada bus yang mengantarkan pengunjung ke kuil ini dari Stasiun Hiraizumi satu jam sekali. Perjalanan dengan bus memakan waktu 10 menit dan tiketnya seharga 390 yen. Dari awal November hingga pertengahan April, hanya ada satu bus yang lewat dalam sehari.

Untuk alternatifnya, Mina-san bisa mengendarai sepeda menuju kuil selama 20-40 menit.

 

5. Takadachi Gikeido

Takadachi Gikeido adalah memorial untuk Minamoto Yoshitsune. Salah satu kejadian bersejarah paling terkenal dan tragis di Jepang adalah saat Yoshitsune dibunuh pada 1189 oleh kakaknya sendiri, Minamoto Yoritomo. Di dalam memorial tersebut terdapat patung kayu Yoshitsune seukuran manusia.

Karena ambisinya untuk menguasai Jepang, Yoritomo menganggap adiknya adalah pesaingnya. Demi menghindari ancaman kakaknya, Yoshitsune mengungsi ke Hiraizumi. Akan tetapi, salah seorang anggota klan Fujiwara berkhianat padanya. Yoshitsune lebih memilih bunuh diri ketimbang ditangkap. Setelah itu, meski klan Fujiwara sudah tunduk pada Yoritomo, Hiraizumi tetap diruntuhkan.

Hiraizumi, 平泉町, Nishiiwai District, Iwate Prefecture, Japan

Leave a Reply

%d bloggers like this: