Kota Kecil di Jepang yang Wajib Dikunjungi: Fujinomiya

Fujinomiya (富士宮) adalah sebuah kota di , sebelah barat daya lereng Gunung Fuji. Kota ini berkembang di antara Kuil Fujinomiya Sengen, kuil paling terkenal dan terpenting di sekitar. Kuil ini menjadi titik awal untuk memulai pendakian gunung. Meski begitu, masih banyak pengunjung memulai pendakian dari Stasiun Fujinomiya ke-5, karena rute pendakian tersebut paling populer dan terpendek menuju gunung.

Fujinomiya memiliki Air Terjun Shiraito, salah satu air terjun terindah di . Air terjun ini dapat ditemukan di pinggir kota di sepanjang jalan menuju Danau Lima Fuji di area utara gunung.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

 

Apa yang bisa Mina-san lakukan saat berkunjung ke Fujinomiya?

1. Kuil Fuji Sengen

Kuil Fujisan Sengen (富士山本宮浅間大社) berada di barat daya kaki gunung Gunung Fuji. Kuil ini dibangun 1000 tahun lalu untuk perlindungan dari letusan gunung. Kuil ini menjadi terpenting di sekitar sekaligus menjadi kuil utama untuk 1300 kuil Sengen dan Asama di seluruh Jepang. Kuil ini juga menjadi titik awal pendakian gunung.

Di masa lalu, kuil ini adalah kuil terbesar dan termewah yang dibangun oleh Tokugawa Ieyasu di awal tahun 1600. Sayangnya, banyak struktur asli bangunan hancur karena gempa bumi. Hanya bagian dalam, luar, serta gerbang menara kuil saja yang tersisa. Bagina dalam kuil memiliki konstruksi bangunan dua lantai gaya Sengen yang sangat unik.

Halaman kuil memiliki 500 pohon sakura yang biasanya mekar dari akhir Maret hingga awal April. Pohon-pohon sakura membentuk sebuah jalur bernama Sakuranobaba, jalur yang digunakan untuk kompetisi memanah dengan kuda yang diadakan kuil. Kompetisi ini diadakan tahunan pada tanggal 5 Mei.

Kuil juga mengadakan upacara besar di awal Juli dan awal September untuk membuka dan menutup musim pendakian Gunung Fuji.

Kuil Fujisan Sengen berada di rute turis dari Kyoto yang ingin pergi ke gunung. Para pendaki menyempatkan waktu di kuil ini untuk berdoa dan menyucikan diri di kuil dengan air dari Kolam Wakutama sebelum memulai pendakian.

Walaupun jalur pendakian dari Kuil Fujisan Sengen masih bisa dilalui, sebagian besar jalur menuju puncak gunung sudah tidak ada lagi. Sekarang sebagian besar pendaki memulai pendakian mereka dari Stasiun Fujinomiya ke-5, dari sana mereka mendaki selama 6-12 jam untuk mencapai puncak gunung.

Di atas puncak gunung adalah Okumiya, lapisan terdalam Kuil Fujisan Sengen yang mencakup seluruh area puncak termasuk kawah gunung dan tanah di atas Stasiun ke-8.

 

2. Taman Safari Fuji

Taman Safari Fuji (富士サファリパーク) adalah taman margasatwa di lereng selatan Gunung Fuji. Pengunjung dapat menikmati tur safari di antara binatang-binatang yang berkeliaran secara bebas di alam, di antaranya adalah singa, macan, beruang, jerapah, cheetah, gajah, badak, zebra, dan bison. Taman safari ini merupakan yang terbesar dan terpopuler di Jepang.

Ada banyak cara menjelajahi taman safari: dengan mobil pribadi, mobil sewaan, bus, atau jalan kaki. Tidak ada biaya tambahan jika Mina-san ingin menggunakan mobil pribadi. Rata-rata, pengunjung memakan waktu satu jam untuk menyelesaikan tur. Jalanan safari cukup lebar untuk setiap mobil menikmati perjalanan dengan kecepatan masing-masing.

 

3. Air Terjun Shiraito

Air Terjun Shiraito (白糸の滝) berada di barat daya kaki gunung Gunung Fuji. Air terjun terindah di Jepang ini memiliki lebar 150 meter dengan mata air vulkanik yang mengalir dari tepi jurang setinggi 20 meter yang menyerupai benang sutra menggantung. Dasar air terjun bisa dengan mudah dicapai dengan berjalan kaki selama beberapa menit.

Ada beberapa toko suvenir di sepanjang jalan menuju air terjun. Di sana, terdapat pemandangan indah Air Terjun Otodome, air terjun lainnya setinggi 25 meter. Area ini paling baik dikunjungi saat musim panas ketika aliran air dipenuhi lelehan salju dari Gunung Fuji dan dedaunan lebat, serta saat musim gugur dari pertengahan hingga akhir November saat daun-daun berubah warna.

Fujinomiya, 富士宮市, Shizuoka Prefecture, Japan

Leave a Reply

%d bloggers like this: