5 Kebiasaan Orang Jepang yang Unik bagi Wisatawan

Jepang dikenal dengan destinasi yang unik dan menyegarkan bagi wisatawan. Beragam destinasi alam yang keren juga dapat mina-san temui di Jepang. Tak hanya itu, bagi pecinta kuliner pastinya akan betah jika berkunjung ke Jepang. Bentuk dan macam kuliner dari yang tradisional hingga unik bisa mina-san coba seperti  ramen biru, sushi dengan beragam topping, takoyaki dalam kaleng dan masih banyak lainnya.

Namun, tahukah mina-san jika ada beberapa kebiasaan orang Jepang yang dianggap cukup nyeleneh bagi para wisatawan? Tak hanya kuliner yang unik tapi kebiasaan mereka juga unik.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php
  1. Misteri angka “4” dan “9”

 

Masyarakat Jepang yakin bahwa apa saja yang tercantum dengan nomor 4 dan 9 akan membawa hal yang buruk. Maka kebanyakan dari mereka memilih untuk menghindar. Mina-san akan sulit menemukan kedua nomor itu di Jepang. Baik di lantai kamar hotel atau nomor ruangan, nomor di lift, blok perumahan dan lainnya. Namun, kedua angka itu akan diganti menjadi 3A dan 8A atau lompat menjadi 5 dan 10.

Jika diteliti lebih lanjut, angka dan bilangan Jepang diadopsi dari rakyat Cina. Angka 4 dan 9 adalah angka yang dianggap mistik serta penyebab kemalangan. Hal ini bisa dibaca dari kanji yang tertulis. Di dalam bahasa Jepang terdapat dua cara baca, yakni Onyomi (ala Cina) dan Kunyomi (ala Jepang).

Angka 4 ditulis 死 yang dibaca Shi, berarti Shinu atau Mati. Sedangkan angka 9 ditulis 苦 yang dibaca Ku, berarti Kurushii atau sengsara.

 

  1. Menyeruput Ramen itu Biasa

Jika di Indonesia, kebanyakan orang beranggapan bahwa menyeruput mi saat memakannya termasuk hal yang tidak baik. Namun, berbeda dengan di Jepang. Menyeruput ramen merupakan hal yang lumrah atau bisa dikatakan hal baik karena mina-san menunjukkan kepada pemilik kedai bahwa ramen buatan mereka lezat. Faktanya, jika minna-san tidak menyeruput atau sedikit menyuarakan saat memakan ramen, para pemilik kedai atau koki yang memasak beranggapan bahwa ramen yang mereka buat tidak enak atau minna-san tidak menikmati masakan mereka.

Mina-san juga akan menjumpai seruput menyeruput ini saat makan ramen, sup atau upacara minum teh.

 

  1. Memberi Tip tidak Dianjurkan

Berbeda dari Indonesia atau negara lain, memberi tip di Jepang merupakan hal yang tidak mereka terima. Bagi mereka memberi pelayanan yang bagus dan sesuai standar tidak dinilai dari tip. Mereka akan melakukan yang terbaik bagi pelanggan atau wisatawan.

 

  1. Hindari Makan sambil Jalan

Walaupun makan sambil jalan terlihat lumrah di beberapa negara tapi praktiknya akan berbeda saat mina-san berkunjung ke Jepang. Kebanyakan orang Jepang akan menganggap makan sambil jalan sebagai hal buruk. Saat mina-san berkunjung di Dotonburi, Osaka misalnya. Banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara tak terlihat memakan jajanan mereka sambil jalan. Kebanyakan dari mereka memilih makan di kedai atau di kursi-kursi yang disediakan secara gratis. Biasanya kursi-kursi ini dekat dengan tempat sampah atau di titik-titik keramaian.

 

  1. Sandal (slippers)

Masyarakat Jepang cinta akan kebersihan. Hal ini bisa mina-san temukan saat kan berkunjung ke rumah teman Jepang atau kamar hotel, kedai dan lainnya. Mina-san dianjurkan untuk melepas sepatu atau alas kaki mina-san yang lain dan menggantinya dengan sandal. Sandal yang digunakan biasanya seperti sandal hotel, berwarna putih, tipis dan ringan. Tak hanya itu, kebanyakan sekolah di Jepang juga menerapkan pemakaian sepatu di dalam kelas. Jika mina-san sering menonton anime atau dorama Jepang pastinya mina-san tahu.

Nah, sudah tahu kan apa yang harus mina-san lakukan saat berkunjung ke Jepang? Belajar dan mengikuti budaya negara yang kita kunjungi itu menyenangkan lho.

Tokyo, Tokyo, Japan

Leave a Reply

%d bloggers like this: