7 Kasus Pembunuhan di Jepang Yang Masih Misteri, Bikin Kamu Merinding! (2)

Melanjutkan artikel pertama, ini dia beberapa yang terjadi secara misterius. Tidak hanya kasus ini belum juga terselesaikan namun fakta-fakta didalamnya bisa bikin kamu merinding!

Terbunuhnya Sadanori Shimoyama

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

 

Shimoyama adalah direktur pertama dari perusahaan kereta api nasional di Jepang. Pada tanggal 5 Juli 1949 ia menghilang dan mayatnya ditemukan keesokan harinya akibat ditabrak oleh kereta yang lewat. 

Namun yang menjadi misteri sebenarnya adalah desas-desus tentang apakah Shimoyama bunuh diri ataukah ada seseorang yang terlibat dalam pembunuhannya. Dikarenakan pada saat proses otopsi dilakukan, ditemukan luka-luka pada bagian dalam tubuh akibat pukulan atau tendangan. Dengan kata lain, Shimoyama sebenarnya sudah mati bahkan sebelum kereta menabrak tubuhnya. 

Sampai saat ini, beragam teori tentang apa dan bagaimana Shimoyama terbunuh masih belum jelas. Ada yang menyebut ia sengaja bunuh diri, namun ada yang menghubungkan dengan tindakan Shimoyama yang baru saja memberi PHK terhadap banyak karyawan tepat sebelum ia mati terbunuh.

 

Penyerangan Hitoshi Igarashi

Hitoshi Iragashi adalah seorang professor di universitas Tsukuba yang mendalami tentang budaya Islam. Ia juga menerjemahkan buku karya Salman Rushdie berjudul Satanic Verses. Buku ini sendiri mengalami kontroversi panjang setelah Ayatollah Ruhollah Khomeini menyerukan di tahun 1989 bahwa semua orang yang terlibat dalam pembuatan buku Satanic Verses harus dilenyapkan karena dianggap telah menghinakan agama lewat buku ini. 

Entah berhubungan atau tidak, Hitoshi ditemukan tidak bernyawa tiga bulan setelah kontroversi panjang akibat Satanic Verses. Ia ditikam berulang kali pada bagian lengan dan wajah di kantor universitas Tsukuba, sementara identitas tentang siapa pembunuhnya tidak pernah diketahui. Ada yang beranggapan bahwa keterlibatannya dalam menerjemahkan Satanic Verses yang membuat Hitoshi harus meregang nyawa namun kejelasan kasus pembunuhan ini sendiri tidak pernah terjawab.

 

Pembunuhan Sakamoto Ryoma

Salah satu tokoh penting dalam adalah Sakamoto Ryoma yang berkontribusi dalam menggulingkan pemerintahan Tokugawa di jaman Edo. Namun naasnya, pada sebuah malam ia diserang oleh seorang pembunuh tak dikenal bersama dengan temannya yang seorang samurai, Nakaoka Shintaro. Setelah menyerang pengawal Sakamoto, pembunuh yang diketahui bukan hanya satu orang menyerang Sakamoto dan Shintaro lalu pergi melarikan diri. 

Sampai sekarang, identitas pembunuh tersebut tak juga diketahui.

 

Pembunuhan Investor Kaya Raya Akio Kashiwagi

 

Yang terakhir adalah Akio Kashiwagi, seorang investor real estate kaya raya yang ditemukan terbunuh dengan luka tikaman sebanyak 150 kali di tanggal 3 Januari 1992. Kashiwagi diketahui kerap bermain judi terutama di Trump Taj Mahal Casino di Atlantic City, dimana ia tercatat lebih sering bermain disini. 

Pembunuhan terhadap Kashiwagi sendiri terjadi dirumahnya yang terletak dekat gunung Fuji, Jepang. Siapa pembunuh dan kenapa ia dibunuh tidak pernah terungkap walau sejumlah teori menghubungkan dengan kebiasaan Kashiwagi bermain judi di kasino, juga tentang keterlibatan Trump yang merupakan pemilik Taj Mahal Casino. 

Tokyo, Tokyo, Japan

Leave a Reply

%d bloggers like this: