Ikan Fugu. Beracun, Tapi Digemari

0024 ikan fugu Memang, ikan atau ikan buntal dikenal beracun, bahkan lebih beracun dari Sianida. Kulit dan hati ikan ini mengandung racun mematikan bagi manusia jika dikonsumsi. Uniknya, di tersedia, loh, , dan peminatnya pun tidak sedikit.

Dikarenakan adanya racun pada ikan buntal ini, memang diperlukan persiapan yang cermat agar bisa dikonsumsi manusia dengan aman. Di Jepang, salah satu syarat untuk mempersiapkan menu ikan ini adalah harus mendapatkan sertifikasi dari pemerintah. Pertama, seseorang harus menjadi koki berlisensi selama setidaknya lima tahun sebelum dapat mengajukan sertifikasi Fugu. Proses sertifikasi melibatkan beberapa tahun pelatihan ketat dan pengujian. Karena itulah, konsumsi di Jepang terbilang aman.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Memang ada juga kejadian yang disayangkan, ada pula korban yang meninggal karena makan ikan beracun ini. Sejak tahun 2006 hingga 2015, terdapat 10 kematian yang diasosiasikan dengan konsumsi Fugu di Jepang. (Sumber: Tokyo Public Health Department 危険がいっぱい ふぐの素人料理|「食品衛生の窓」東京都福祉保健局)

Namun, dikarenakan proses sertifikasi yang ketat dari pemerintah, orang-orang di Jepang tidak pernah menganggap memakan ikan Fugu sama dengan bunuh diri. Bahkan, ikan yang dikenal beracun ini malah tersedia bebas di banyak restoran di Jepang. Ikan ini di Jepang pun disajikan dalam berbagai macam menu. Ada , , hingga nabe (hot pot). Pergi makan ikan buntal di Jepang rasanya sudah sama seperti pergi makan ke restoran lainnya.

Minna-san, berminat mencoba makan ikan Fugu kalau mampir ke Jepang? ^^

Leave a Reply

%d bloggers like this: