Hanko, Stempel Diri Pengganti Tanda Tangan

Untuk keperluan administrasi sehari-hari, sangat jarang menggunakan tanda tangan. Umumnya mereka menggunakan pribadi bertuliskan nama diri yang disebut atau han. ini digunakan untuk keperluan resmi, seperti membuka rekening bank, mengisi formulir dari kantor pemerintahan, menerima kiriman pos atau parsel yang dikirim ke rumah.

Nama pemilik hanko biasanya ditulis dalam huruf kanji dan hanya nama keluarga. Sedangkan bagi orang asing yang menetap di Jepang, penulisan nama mereka di stempel ditulis dalam huruf katakana. Nama yang tertulis pun cukup nama singkat karena terbatasnya luas permukaan stempel.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Ada beberapa macam hanko yang dibedakan berdasarkan pemakaiannya, yaitu:

  • Jitsuin atau stempel resmi, bentuknya sedikit lebih besar untuk menghindari pemalsuan, dan harus didaftarkan di kantor pemerintahan. Biasanya digunakan untuk mengisi formulir pemerintahan atau pada transaksi berkekuatan hukum seperti jual-beli rumah atau kendaraan.
  • Ginkoin adalah stempel yang digunakan untuk urusan perbankan dan didaftarkan di bank.
  • Mitomein biasanya digunakan untuk keperluan sehari-hari dan tidak perlu didaftarkan.

0043-hankoKebanyakan hanko terbuat dari kayu dan plastik meskipun ada juga yang terbuat dari batu giok, gading, dan tulang. Bentuknya juga bermacam-macam, ada oval, kotak, dan yang paling umum bulat. Untuk mendapatkan hanko dengan nama diri, minnasan bisa dengan mudah memperolehnya di toko-toko, bahkan di toko serba 100 yen.

Hanko yang digunakan untuk keperluan resmi harus didaftarkan ke kantor pemerintahan. Syarat untuk mendaftarkan stempel ini adalah berusia di atas 15 tahun, warga Jepang atau warga asing yang sudah teregistrasi, dan memiliki alamat tempat tinggal tetap di kota tersebut. Saat mendaftarkan stempel ini, pemilik harus membawa stempel yang telah dibeli atau dibuatnya. Bagi warga asing, stempel yang akan didaftarkan juga harus dilengkapi dengan sertifikat pendaftaran orang asing (gaikokujin tooku shomeisho).

Setelah didaftarkan maka kantor pemerintahan akan mengeluarkan kartu pendaftaran stempel (inkan torokusho) sebagai dokumen sementara sebelum menerbitkan dokumen resmi stempel yang disebut inkan shomeisho (sertifikat stempel). Dokumen inilah yang menjadi bukti status resmi stempel. Ketika melakukan transaksi atau kontrak penting, minnasan harus menyertakan inkan shomeisho ini

Apabila minnasan sudah memiliki hanko, berhati-hatilah menyimpannya untuk menghindari stempel ini disalahgunakan orang lain.

Leave a Reply

%d bloggers like this: