Festival Onbashira, Perayaan di Jepang yang Terkenal Berbahaya

Jepang memang terkenal dengan berbagai festival yang diadakan setiap tahunnya. Nah salah satu yang juga menarik adalah nih, mina-san. Festival ini dilakukan setiap enam tahun sekali di area danau Suwa, . Diketahui, festival ini pertama kali aktif dilakukan pada tahun 1200-an. Dan yang paling terkini, festival ini sudah dilakukan pada tahun 2016 lalu. Lantas apa yang membuat festival ini begitu menarik tapi juga dijuluki sebagai festival yang berbahaya?

Festival Onbashira
Festival Onbashira

Ternyata unsur berbahaya dari festival ini terdapat pada bagaimana festival ini dilakukan. Sebagaimana tujuan dari festival ini adalah untuk memperbarui empat pilar dari kuil agung Suwa, maka pilar-pilar kayu diambil langsung dari pegunungan. Nah yang unik, pilar-pilar yang disebut dengan pilar terhormat ini diturunkan dari gunung langsung menuju kuil. Caranya? Pilar-pilar kayu ini akan ditunggangi oleh partisipan festival menuruni gunung menuju kuil. Setelah sampai, kayu akan diangkat dan dijadikan pilar kuil.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Dalam perjalanan turun gunung inilah banyak peserta yang terluka bahkan terbunuh loh, mina-san. Nggak heran kalau festival ini dijuluki satu yang paling berbahaya di Jepang. Beberapa kejadian fatal di antaranya pernah terjadi di tahun 1980, 1986, 1994, 2010 dan 2016. Yup, di tahun 2016 satu pria meninggal karena jatuh.

Onbashira sendiri berlangsung beberapa bulan yang dibagi menjadi dua yaitu yamadashi dan Satobiki. Yamadashi biasanya dilangsungkan di bulan April. Di ritual pertama ini, 16 kayu fir akan ditebang dan melalui upacara Shinto. Kayu kemudian akan dihias dengan regalia merah dan putih dengan akar yang diikat. Lalu kayu akan dinaiki oleh beberapa pria muda yang juga ingin membuktikan keberaniannya. Saat menuruni bukit, upacaranya disebut dengan Kiotoshi atau pohon jatuh.  Sedangkan Satobiki dilakukan sebulan setelahnya. Gelondong kayu akan diarak ke empat bangunan kuil (Honmiya, Maemiya, Harumiya dan Akimiya) yang mana di sana mereka akan diletakkan. Gelondong kayu akan ditarik manual dengan akar sembari beberapa pria menaiki sambil menyanyi dan melakukan pertunjukan. Setelah dua ritual ini silakukan barulah Building of Hoden atau upacara pamungkan Onbashira dilakukan.

Meski berbahaya, namun unik juga ya festival ini. Mina-san jadi tertarik untuk menontonnya langsung atau tidak?

Lake Suwa, Nagano Prefecture, Japan

Leave a Reply

%d bloggers like this: