Buah Kesemek, Buah Khas Musim Gugur Jepang

Ingatkah mina-san, Doraemon dan Nobita terkadang suka memanjat pohon untuk makan . Tapi buah ini tidak tersedia di Indonesia, jadi mungkin mina-san belum pernah makan buah ini ya. Bila mina-san berkesempatan untuk ke pada musim gugur, jangan lupa sempatkan diri untuk makan buah ini ya.

Selain di Prefektur Okinawa, buah ini tumbuh di berbagai tempat di Jepang meskipun jumlah panen di area Tohoku dan Hokkaido yang lebih dingin cukup terbatas karena suhunya yang rendah. Karena itulah, mina-san mungkin ingin mengunjungi 3 prefektur dengan produksi kesemek terbanyak yaitu Wakayama, Nara, dan Fukuoka untuk mencoba kelezatan khas musim gugur ini ketika berada di Jepang.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Meskipun ada sebanyak 1.000 jenis buah kesemek di dunia, dua kategori utama di Jepang adalah shibugaki  atau kesemak masam, dan amagaki atau kesemak manis. Shibugaki cenderung keras bahkan ketika sudah masak dan tetap berasa asam. Di sisi lain, amagaki disebut bermuutasi tiba-tiba dari varietas shibugaki di mana buah ini asam di awal dan secara bertahap menjadi manis ketika sudah masak.

Buah KesemekKarena daging shibugaki terlalu keras dan asam, buah jenis ini harus diproses atau dibiarkan lebih empuk oleh waktu. Untuk memproses shibugaki, air panas atau alkohol biasanya ditambahkan dalam buah langsung setelah dipanen. Tergantung pada varietas shibugaki, metode penanganannya juga akan berbeda. Dalam hal penggunaan buahnya, kesemek bisa dikeringkan dengan cara dijemur dan dijadikan camilan saat di Kagoshima, buah tersebut bisa digunakan dalam mandi onsen. Selain cara ini, buah kesemek bisa difermentasi dengan bekatul dan dibuat menjadi beberapa produk seperti camilan, selai, yokan, jelly, cokelat, es krim, cuka, anggur, serbat, dan kare.

Prefektur Wakayama, yang merupakan produsen buah kesemek nomor 1 di Jepang, memiliki halaman situs yang menawarkan ide tentang bagaimana menggunakan buah tersebut untuk menu gurih dan makanan penutup. Di bagian menu gurih, bagian lain dari tanaman kesemekjuga bisa digunakan, misalnya daunnya yang digunakan untuk membungkus “kaki no ha sushi”.

Atau, buahnya bisa dimasukkan dalam makizushi bersama dengan irisan mentimun dan telur. Lalu bagaimana dengan mencoba menambahkan kaki dalam kare, babi manis dan asam, babi asap gulung panggang, atau salad? Sedangkan untuk penutup, kreasi yang disarankan termasuk berbagai varietas serbat, es krim, yoghurt, pudding, roti kukus, donat, mile-feulle, jus, kanten (jeli agar-agar), manju (sejenis manisan Jepang), muffin, dan cupcake. Hm, enak sekali ya, mina-san!

Leave a Reply

%d bloggers like this: