Yuk Berburu Beasiswa ke APU, Jepang (1)

Siapa sih yang gak tertarik untuk melanjutkan study ke luar negeri? Terlebih kalau mina-san berhasil mendapatkan jalur beasiswa. Hmm, mau banget pastinya! Tenang mina-san, selalu ada jalan menuju Roma dan beasiswa Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) bisa menambah daftar list kampus impian. Universitas yang didirikan pada tahun 2000 di kota Beppu, Oita ini adalah kampus yang menerapkan pengajaran multicultural dan bilingual kepada seluruh mahasiswanya. Mengapa? Karena perbandingan mahasiwa domestik dengan luar negeri di kampus ini mencapai 50:50 mina-san, termasuk Indonesia. Bagi mina-san yang sudah mempelajari beragam kampus demi beasiswa, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah “exchange students”, yaitu semacam misi pertukaran pelajar untuk mempelajari berbagai aspek dan edukasi beserta lingkungan yang ada di universitas tersebut. Lalu apa yang berbeda di APU? Yuk kita bahas lebih dalam mina-san.

Uniknya di APU, mina-san dapat mempelajari banyak budaya beserta lingkungannya. Hampir setengah dari total mahasiswa adalah orang asing, dan bila ditotal bisa mencapai 83 negara berkumpul jadi satu di universitas ini. Setiap kelas terdiri dari sekitar 200 mahasiswa dengan 40 kewarganegaraan yang berbeda-beda. Apalagi jika mina -san sedang makan siang, atau sekedar berkumpul di kafetaria, pemandangan satu meja makan yang diisi oleh orang Jepang, Indonesia, Thai, Korea, Vietnam sedang asyik berbicara satu sama lain dengan berbagai bahasa adalah hal yang akan mina-san temui setiap harinya. Jadi tidak perlu takut karena tidak bisa berbahasa Jepang, selain lingkungannya yang mendukung dengan bahasa inggris, banyak pula mata kuliah yang menyediakan 2 versi bahasa dalam pengajarannya, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Waaahh, makin terbuka lebar ya mina-san jalan menuju ke Romanya^^

GATE!

Beasiswa yang diberikan oleh APU adalah berupa keringanan uang kuliah mulai dari 35% hingga 100%. Tak hanya itu, bagi mahasiswa yang memiliki prestasi akademik bagus, otomatis akan membuka pintu kesempatan untuk beasiswa lainnya lho mina-san, yang tentunya bisa digunakan untuk meringankan biaya hidup mina-san di Jepang selama masa perkuliahan. Selain itu, mina-san juga diperbolehkan bekerja oleh pihak imigrasi Jepang, jadi nggak akan ada masalah kalau mina-san ingin bekerja sambil kuliah. Tetapi, untuk bekerja ini bisa harus fasih berbahasa Jepang (Nihonggo), karena tidak semua masyarakat Jepang menguasai bahasa Inggris atau bahasa lain selain Jepang.

 1-1 Jumonjibaru, Beppu-shi, Ōita-ken 874-8577, Japan

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: