Aliran-Aliran Beladiri Karate (1)

Jika minna-san mengetahui , mungkin minna-san hanya beranggapan bahwa semua itu sama. Tapi jangan salah, sebetulnya ada banyak sekali aliran . Namun menurut Zen-Nippon Karatedo Renmei /Japan Karatedo Federation (JKF) dan World Karatedo Federation (WKF), yang dianggap sebagai yang utama yaitu ada 4. Apa sajakah itu?

Shotokan

GATE!

Shoto adalah nama pena Gichin Funakoshi dan Kan dapat diartikan sebagai gedung atau bangunan. Sehingga Shotokan dapat diterjemahkan sebagai Perguruan Funakoshi. Shotokan (Shotokan-Ryu) adalah sebuah aliran karate yang dikembangkan oleh Gichin Funakoshi (1868–1957) dan anaknya Gigo (Yoshitaka) Funakoshi (1906–1945).

 

Goju-Ryu

Goju memiliki arti keras-lembut. Aliran ini memadukan teknik keras dan teknik lembut, dan merupakan salah satu perguruan Karate tradisional di Okinawa yang memiliki sejarah yang panjang. Setelah masuknya aliran Shotokan ke , aliran Goju ini kemudian dibawa ke oleh seseorang bernama Chojun Miyagi. Miyagi kemudian memperbarui banyak teknik-teknik aliran ini menjadi aliran Goju-Ryu yang sekarang, sehingga banyak orang menganggap bahwa Goju-Ryu didirikan oleh Chosun Miyagi.

 

Shito-Ryu

Aliran Shito-Ryu terkenal dengan keahlian bermain Kata (jurus). terbukti dari banyaknya Kata yang diajarkan di aliran Shito-Ryu, yaitu ada 30 sampai 40 Kata. Ini berarti lebih banyak dari aliran lainnya. Namun yang tercatat di Jepang ada 111 Kata beserta bunkai (praktik) nya. Sebagai perbandingan, Shotokan memiliki 25 Kata, Wado memiliki 17 Kata, Goju memiliki 12 Kata. Dalam pertarungan, ahli Karate dari aliran Shito-Ryu dapat menyesuaikan diri dengan kondisi. Mereka bisa bertarung seperti Shotokan secara frontal, maupun dengan jarak rapat seperti Goju-Ryu.

 

Wado-Ryu

Wado-Ryu adalah aliran Karate yang unik karena berakar pada seni Shindo Yoshin-ryu Jujutsu, sebuah aliran Jepang yang memiliki teknik kuncian persendian dan lemparan. Sehingga Wado-ryu selain mengajarkan teknik Karate, juga mengajarkan teknik kuncian persendian dan lemparan/bantingan Jujutsu. Di dalam pertarungan, ahli Wado-ryu menggunakan prinsip Jujutsu yaitu tidak mau mengadu tenaga secara frontal, lebih banyak menggunakan tangkisan yang bersifat mengalir (bukan tangkisan keras), dan terkadang menggunakan teknik Jujutsu seperti bantingan dan sapuan kaki untuk menjatuhkan lawan.

Nah minna-san, apakah semakin tertarik untuk bergabung dengan dunia Karate dan masuk ke dalam salah satu dari 4 aliran diatas? Semua aliran pasti ada sisi positif dan negatifnya, tergantung sudut pandang sang praktisi Karate. Selamat mencoba ^^

Leave a Reply

%d bloggers like this: