Alasan Kenapa Orang Jepang Sangat Menyukai Kucing (2)

Masih membahas tentang kucing, hewan yang nampaknya paling dicintai oleh masyarakat dan alasan mengapa orang sangat menyukai kucing. 

Ternyata bukan hanya “maneki neko” tapi banyak sejarah dan budaya lain di Jepang yang menarik tentang kucing. Seperti misalnya “Bakeneko” yang merupakan mitos supranatural tentang kucing yang dapat berubah menjadi yokai, atau setan. Dalam sejarah panjang Bakeneko, kucing dapat dicirikan sebagai yokai dari sorot matanya yang berubah tajam, caranya berjalan tanpa harus mengeluarkan suara atau bagaimana ia secara misterius menjilat darah atau minyak dari lampion. Menurut cerita daerah setempat, kucing yang kerasukan yokai juga bisa jadi adalah kucing yang sudah berusia sangat tua atau bahkan ia bisa menjadi bakeneko karena ingin membalas dendam atas perilaku pemiliknya yang kasar atau kejam saat memeliharanya. 

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

 

Walaupun hanya berupa mitos, namun cerita-cerita ini semakin menjelaskan bagaimana kucing memang memiliki kedekatan dalam hal tradisi dan sejarah di Jepang. Seringkali cerita-cerita seperti Bakeneko atau Nekomata juga menginspirasi pertunjukan kabuki atau karya literatur lainnya seperti pertunjukan kabuki “Ume No Haru Gojusantsugi” yang dibuat pada tahun 1835. 

Beralih pada budaya pop, menandai kepopulerannya lewat konsep “kawaii” yang diperkenalkan kartun seperti Hello Kitty. Tidak hanya menjadi ikon kawaii sampai sekarang, Hello Kitty juga mempertahankan obsesi masyarakat Jepang untuk terus mencintai dan bahkan menggilai segala hal tentang kucing. Terbukti, segala hal pernak-pernik dan barang tentang Hello Kitty selalu menjadi favorit banyak orang dari satu generasi ke generasi lain. Tidak hanya lewat Hello Kitty tapi banyak kartun dan ikon-ikon lain yang bermunculan yang tentu menggambarkan kucing sebagai definisi lucu dan menggemaskan. 

Maka tentu saja membuat semua orang semakin sayang pada hewan yang satu ini. Orang Jepang juga termasuk yang paling peduli dengan nasib para kucing liar sehingga banyak yang menggagas ide tentang kitten rescue atau public place dengan konsep kucing sebagai teman bermain. Ini bisa kita lihat dari banyaknya ide tentang  cat cafe, cat bus atau cat train yang memang ada di Jepang. 

Jadi bagaimana menurutmu? Apakah kamu juga seorang pecinta kucing layaknya orang-orang di Jepang?

Leave a Reply

%d bloggers like this: