Alasan Kenapa Orang Jepang Sangat Menyukai Kucing (1)

Sejarah tentang kucing dan negara sulit untuk dipisahkan. Mulai dari Hello Kitty, tempat makan atau kereta dengan kehadiran kucing sampai pulau Aoshima yang khusus dihuni banyak kucing bisa ditemukan di . Mungkin ini akan membuat kamu bertanya-tanya, apa alasan orang sangat menyukai kucing? 

Ternyata, sejak jaman dahulu kala pun kucing memang menjadi simbol penting dalam kehidupan orang Jepang. Bahkan pada periode Edo sampai di era Meiji, ditemukan banyak karya seni baik tulisan atau lukisan yang menggambarkan kucing sebagai subyek utamanya. Kecintaan orang Jepang pada kucing semakin tergambar karena kucing tidak hanya dianggap sekedar hewan peliharaan namun juga bahkan memiliki mitos-mitos keramatnya tersendiri. 

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Sebagai contoh, masyarakat Jepang percaya tentang “maneki-neko” atau patung kucing pembawa keberuntungan yang sering dipasang di depan etalase toko. Maneki-neko menjadi pertanda bahwa orang Jepang percaya bahwa kucing bukan hanya hewan biasa melainkan dapat membawa nasib baik dan kebahagiaan bagi hidup mereka. Tidak terbatas pada alasan seperti itu, orang Jepang juga menganggap kucing merepresentasikan nilai-nilai positif dalam hidup mereka, sehingga merawat mereka bisa menjadi berkah tersendiri. 

Dalam sudut pandang lain, bisa saja kucing menjadi cerminan perilaku masyarakat Jepang sendiri yang sederhana, suka berdiam dan bersantai menikmati waktunya. Kecintaan terhadap kucing juga membuat banyak tempat serupa kuil yang memiliki patung maneki-neko di halamannya seperti misalnya Nambujinja yang terletak di Nagaoka, Prefektur Niigata atau Konoshimajinja yang berlokasi di Kyoto. Masing-masing kuil ini memiliki kepercayaan tersendiri untuk meletakkan patung maneki-neko, contohnya Nambujinja yang percaya bahwa patung maneki-neko dapat menangkal aura negatif atau menjauhkan dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di sekitar kuil. Sementara Konoshimajinja yang menjadi pusat produsen benang sutera percaya bahwa kucing menjadi hewan protektif yang dapat menjaga dari hewan-hewan penganggu seperti tikus, sehingga produksi kain sutera tetap terjaga.

Tentu ada banyak cerita-cerita lain tentang kenapa orang Jepang sangat menyukai kucing. Simak tulisan Gate selanjutnya tentang yang memang tergila-gila pada kucing ya!

Leave a Reply

%d bloggers like this: