Agenda Wisata Jepang 2018: Januari

Ada banyak hal yang bisa dilakukan saat berwisata di Jepang tahun 2018 nanti. Berikut ini adalah agenda tahun 2018 yang berisi kegiatan dan aktivitas yang bisa Mina-san lakukan di tiap bulan dan musimnya di Jepang.

Hatsumode (1 Januari)

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

 

Di Jepang, tahun baru adalah hari yang dianggap baik dan membawa keberuntungan untuk memulai agenda wisata Jepang Mina-san. Jika Mina-san berada di Jepang saat tahun baru, manfaatkan waktu ini sebagai kesempatan untuk memulai awal yang baik dan penuh semangat. Nikmati juga dengan menyantap hidangan khas tahun baru, menghiasi rumah dengan dekorasi tahun baru, serta mengikuti Hatsumode.

Hatsumode adalah tradisi berdoa di kuil Jepang pada malam tahun baru. Biasanya setelah berdoa, orang Jepang membeli jimat pembawa keberuntungan. Sedangkan jimat lama dari tahun sebelumnya bisa dibakar di api unggun di kuil. Membeli omikuji atau kertas ramalan juga disarankan. Jika keberuntungan Mina-san jelek, Mina-san bisa menggantung kertas ramalan di tempat yang tersedia di kuil untuk mengusir sial.

 

Menyimak Sambutan Tahun Baru dari Kaisar Jepang (2 Januari)

Setiap tanggal 2 Januari, Kaisar Jepang hadir di hadapan publik di Istana Kekaisaran untuk memberikan kata sambutan. Pada saat ini, Istana Kekaisaran juga dibuka untuk umum agar semua orang bisa melihat sang kaisar secara langsung.

 

Seijin No Hi (8 Januari)

Seijin No Hi adalah hari penting untuk para dewasa muda di Jepang. Artinya, mereka sudah menginjak usia dewasa dan berhak merayakannya di hari ini. Seijin No Hi merupakan hari libur nasional. Siapa pun yang menginjak usia 20 tahun pada tahun sebelumnya diundang ke balaikota terdekat untuk menghadiri upacara pemberian selamat. Mereka juga diharapkan untuk berdoa di kuil.

Para wanita mengenakan furisode, kimono lengan panjang. Para pria mengenakan hakama atau jas formal ala barat. Setelah mengikuti upacara dan berdoa, mereka berpesta bersama di izakaya lalu berfoto-foto sebagai kenang-kenangan.

 

Toka Ebitsu Festival (9 Januari)

Pada festival ini, dijual fukusasa, cabang bambu suci kepada para pebisnis atau pengusaha. Fukusasa dihiasi simbol-simbol pembawa keberuntungan.

Festival ini diadakan di beberapa seluruh kuil pemuja Dewa Ebisu di Jepang. Dewa Ebisu adalah dewa nelayan dan keberuntungan. Festival terbesar diadakan di Kuil Imamiya Ebisu di Osaka yang dihadiri lebih dari 1 juta pengunjung.

 

Dondo Yaki (Pertengahan Januari)

Dondo Yaki adalah tradisi membakar jimat lama seperti Omikuji atau boneka Daruma di seluruh kuil Jepang. Setelah mendapat jimat baru saat Hatsumode, jimat lama sebaiknya dibuang. Di Jepang, membuang jimat lama secara sembarangan sangatlah tidak beretika dan bisa membawa sial. Setiap kuil menyediakan api unggun besar untuk membakarnya. Di sebagian kuil, orang-orang membakar mochi atau buah daidai dengan tusukan kayu. Kebiasaan ini dihubungkan dengan memakan Kagami Mochi, salah satu dekorasi tahun baru di pertengahan Januari.

 

Wakakusa Yamayaki (27 Januari)

Menyaksikan Wakakusa Yamayaki dapat menjadi penutup agenda wisata Jepang yang memuaskan di akhir Januari. Wakakusa Yamayaki adalah festival pembakaran Gunung Wakakusa di Nara pada akhir Januari. Festival dimulai pada siang hari. Namun, upacara pembakaran gunung baru dimulai pada pukul 17.30 petang waktu setempat. Api unggun raksasa dinyalakan di kaki Gunung Wakakusa. Para pendeta mulai bergabung bersama di api unggun. Pada pukul 18.00, akan ada pertunjukan kembang api. Kemudian, para pendeta menyalakan obor dari api unggun lalu mulai berjalan secara singkat menuju puncak gunung sambil membakar rerumputan.

Karena posisi gunung yang strategis, Mina-san bisa menyaksikan kembang api dan pembakaran gunung secara jauh di seluruh penjuru kota Nara.

Tokyo, Tokyo, Japan

Leave a Reply

%d bloggers like this: