9 Mitos Tentang Wisata Jepang (1)

Jika minna-san ingin berwisata ke , pasti minna-san sudah sering mendengar banyak mitos seputar wisata yang membuat minna-san khawatir dan cemas. Namun jangan khawatir! Selain tidak benar, mitos-mitos tersebut juga dilebih-lebihkan! Berikut ini adalah 9 mitos yang telah dipatahkan tentang wisata .

1. Biaya Wisata di Jepang Sangat Mahal

Mitos yang paling umum didengar adalah Jepang adalah negara yang sangat mahal untuk turis asing. Padahal kenyataannya, meski nilai mata uang Yen kuat, Jepang tidak lagi menjadi destinasi wisata termahal di dunia.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Biaya wisata ke Jepang sebenarnya tergantung selera liburan minna-san. Jika minna-san ingin menikmati restoran, berbelanja, dan menikmati paket wisata mewah, minna-san harus merogoh kocek yang lebih banyak daripada turis yang berwisata ransel.

2. Minna-san Tidak Akan Bisa Berwisata ke Jepang Kalau Tidak Bisa Bahasa Jepang

Mitos ini juga termasuk orang Jepang tidak bisa bahasa Inggris. Itu sama sekali tidak benar! Memang, bahasa Jepang termasuk bahasa yang paling sulit dipelajari. Namun, bukan berarti tidak bisa bahasa Jepang bisa menjadi penghalang untuk berwisata di Jepang. Meski minna-san tidak bisa bahasa Jepang, penduduk Jepang sangat ramah dan bersedia membantu walau bahasa Jepang minna-san masih sangat terbatas.

Karena keramahan penduduk lokalnya, wisata di Jepang terjamin keamanannya. Transportasi Jepang juga sangat efisien dan nyaman. Ditambah lagi, sekarang semakin tersebar rambu-rambu dan pemandu jalan yang berbahasa Inggris. Jadi, minna-san tidak perlu khawatir lagi dengan keterbatasan bahasa!

3. Minna-san Akan Menyinggung Orang Jepang Kalau Tidak Mempelajari Tata Krama Jepang

Minna-san pasti pernah canggung dan khawatir akan menyinggung orang Jepang karena tidak memahami tata kramanya yang sangat kental dan rumit. Minna-san tidak perlu khawatir. Orang Jepang sangat menghargai turis yang sopan dan hormat terhadap lingkungan sekitar. Jadi, kecuali minna-san bersikap sangat kasar, berisik, dan menjengkelkan, kesalahan etiket masih bisa dimaklumi, kok. Minna-san hanya cukup mengamati, mendengarkan, bersikap sopan, dan meminta maaf apabila diperlukan.

4. Orang Jepang Selalu Makan Sushi

Kalau minna-san memikirkan , pasti menu pertama yang muncul di ingatan adalah sushi. Ya, sushi memang menu yang paling sering dinikmati di luar Jepang. Akan tetapi, orang Jepang justru sangat jarang menikmati sushi, lho. Mengapa? Karena sushi yang dulunya adalah makanan sederhana yang bisa dinikmati segala kalangan kini berubah menjadi salah satu makanan yang kurang praktis serta termewah dengan harga relatif mahal.

Leave a Reply

%d bloggers like this: