6 Etika Berkunjung ke Restoran Sushi di Jepang

Kemana pun kita pergi, kita harus menghormati tempat-tempat yang dikunjungi dan menjunjung etika terbaik pada lingkungan sekitarnya. Termasuk yang sangat menjunjung kesopanan dan etika baik di mana pun, tidak terkecuali restoran . Oleh karena itulah, apabila minna-san masih bingung seperti apa etika berkunjung saat ingin menikmati di restoran, berikut ini adalah 6 etika sederhana yang harus ditaati.

Reservasi Tempat Sebelum Berkunjung

Restoran sushi terbaik biasanya sangatlah kecil dan memiliki kursi terbatas setiap harinya. Jadi, minna-san harus memesan tempat terlebih dulu sebelum berkunjung. Namun, hati-hati, apabila minna-san ingin membatalkan pesanan tempat secara mendadak, minna-san akan dikenakan biaya pembatalan sebanyak100%

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Wajib Membawa Uang Tunai

Apabila minna-san malas membawa uang tunai dan lebih suka membawa kartu kredit atau kartu debit, ada baiknya untuk tetap menyiapkan uang tunai saat berkunjung ke restoran sushi. Masih banyak restoran sushi terkenal di Jepang yang masih belum menerima pembayaran via kartu kredit. Jadi, pastikan dulu apakah restoran sushi yang hendak dituju sudah menerima pembayaran kartu kredit atau belum.

Pantang Mengenakan Parfum

Hal ini disebabkan karena wangi parfum yang minna-san kenakan dapat merusak aroma sushi yang disajikan, sehingga minna-san dan pengunjung restoran lainnya tidak dapat menyantap sushi dengan baik. Oleh karena itu, hindarilah menggunakan parfum, cologne, lotion tubuh, gel rambut, dan lain-lain. Jika dilanggar, minna-san akan diminta untuk meninggalkan restoran sushi oleh pihak restoran.

Membaca Suasana Restoran

Peka terhadap situasi sekitar sangatlah diperlukan. Apabila minna-san sudah peka, minna-san dapat menghindari kecanggungan saat berkunjung. Misalnya, berhubung restoran sushi biasanya memiliki suasana yang tenang, bicaralah dengan teman minna-san dengan suara pelan tanpa mengganggu pengunjung yang lain.

Memesan Menu Spesifik di Restoran

Hal ini sangat penting buat minna-san yang mungkin memiliki alergi terhadap bahan makanan tertentu atau ingin memastikan apakah sushi yang dinikmati minna-san halal atau tidak. Umumnya, juru masak akan menjelaskan secara rinci bahan-bahan di dalam sushi yang disajikan. Minna-san juga bisa memesan permintaan khusus pada restoran saat melakukan reservasi tempat. Apabila minna-san baru menyebutkan permintaan khusus ketika sudah berada di tempat, pihak restoran tidak akan bisa memenuhi permintaan minna-san tersebut. Etika ini tidak hanya berlaku di restoran sushi, tetapi juga di restoran lainnya serta di ryokan.

Mengambil Foto di Restoran

Ada restoran yang mempersilakan pengunjung mengambil foto, ada pula yang tidak. Jadi, tanyakan dulu pada pihak restoran apakah minna-san boleh berfoto atau tidak. Meski dibolehkan, minna-san jangan berfoto secara berlebihan, karena akan mengganggu fokus minna-san menyantap sushi yang disajikan serta membuat pengunjung lainnya tidak nyaman.

Leave a Reply

%d bloggers like this: