3 Mitos Sushi yang Masih Sangat Populer di Dunia

Minna-san penggemar ? Artinya minna-san wajib tahu mitos yang akan disebutkan di artikel ini. Pada masa kini, yang menyajikan ikan mentah sangatlah populer di seluruh dunia. Menu makanan yang sudah ada sejak zaman Edo yang dulunya hanya menggunakan cuka atau kecap untuk bahan pengawet ikan ini sekarang berkembang menjadi menu makanan yang memiliki keseniannya tersendiri yang sangat berwarna.

Karena sejarah panjangnya itulah, sushi berkembang yang tadinya hanyalah menu makanan untuk mengawetkan ikan, sekarang berubah secara drastis di era modern . Perubahannya yang drastis sering kali tidak disadari oleh turis-turis asing hingga akhirnya lahirlah ketiga mitos sushi yang masih dipercayai kebanyakan orang ini.

PPI Jepang atau Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang adalah organisasi yang beranggotakan pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Jepang. Dan GATE adalah mitra resmi dari PPI Jepang. PPI Jepang mendukung GATE sebagai pintu untuk lebih mempererat jalinan persahabatan antara Jepang-Indonesia. Info lebih lanjut: http://ppijepang.org/index.php

Mitos Sushi #1: Kualitas Sushi Hanya Dilihat Dari Kesegarannya Saja

Kebanyakan pecinta sushi masih mengira bahwa sushi yang terbaik pastilah yang paling segar. Padahal itu belum tentu benar. Meski beberapa bahan dasar sushi harus disajikan dalam keadaan segar, masih ada pula bahan dasar lainnya yang justru harus dibiarkan lebih lama sebelum diolah. Misalnya, secara umum, ikan yang benar-benar segar sebenarnya tidak memiliki rasa yang cukup lezat untuk dinikmati. Oleh karena itulah, sushi berbahan ikan tuna sangat disarankan untuk dibiarkan selama 3-4 hari hingga dua minggu.

Mitos Sushi #2: Kelezatan Sushi Hanya Bergantung Pada Pengolahan Ikannya

Jika minna-san pernah mencicipi sushi kualitas terbaik, pasti minna-san sudah tahu bahwa kualitas nasi (shari) di dalam sushi juga sama pentingnya dengan kualitas ikan (neta). Para juru masak pemula masih menekankan kualitas ikan namun kurang memperhatikan kualitas nasinya. Nasi di dalam sushi tidak berfungsi sebagai bahan pelengkap, lho. Banyak sekali kreatifitas dalam membentuk shari dengan beras, cuka merah atau putih, gula dan garam hingga akhirnya melahirkan kesenian tersendiri dalam pengolahannya.

Jadi, sebelum menyantap sushi, pastikan kualitas nasi di dalam sushinya juga diolah dengan baik oleh juru masaknya, ya!

Mitos Sushi #3: Sushi Adalah Makanan Sehari-hari Orang Jepang

Kebanyakan dari kita masih berpikir orang Jepang pasti makan sushi hampir setiap harinya. Padahal itu salah besar! Memang, penggemar sushi menikmati sushi lebih sering daripada yang lain, namun tetap saja, sushi bukanlah makanan sehari-hari orang Jepang. Mengapa? Karena sangatlah beragam. Walaupun sushi sekarang bisa dibeli dengan mudah di minimarket, orang Jepang tetap berkunjung ke restoran sushi hanya pada saat-saat spesial saja.

Leave a Reply

%d bloggers like this: